Dugaan Pengancaman yang dilakukan Nani Kepala SMPN 1 Beber Kabupaten Cirebon Kepada Wartawan Yang Mengkonfirmasi Dirinya, Berakhir Clear
Kab. Cirebon, patrolinews86.com – Baru-baru ini disalahsatu Whatsapp group (WAG) digegerkan dengan adanya postingan seorang wartawan yang meng-share sebuah potongan screenshoot dan meneruskan sebuah kalimat yang konon katanya itu berasal kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, yang isinya “Dia sdh meres beber 1, jangn sampai spt (emoticon jari menunjuk ke atas, red)” yang diatasnya (pada jalur WAG itu, red) ada potongan screenshoot photo seorang wartawan yang baru-baru lalu meninggal dunia. menurut wartawan yang mengeshare tersebut awalnya mengirimkan berita tentang dugaan adanya pungli (pungutan liar) yang dilakukan oleh pihak SMPN 1 Beber ke nomor Nani sang Kepala Sekolah, namun bukannya jawaban yang di inginkan. sang kepsek Nani malah mengirim potongan screenshoot berisi berita duka yang menampilkan photo seorang wartawan yang baru-baru lalu meninggal dunia. sambil menyusul dibawahnya ada sebuah kalimat seperti nada ancaman yang berisi kurang lebih “dia sudah meres (memeras, red) beber 1 (SMPN 1 Beber, red), jangan sampai seperti itu (karena ada gambar emoticon jari menunjuk ke atas)” dibawah screenshootan photo duka cita wartawan yang meninggal tersebut.
Saat dikonfirmasi oleh wartawan media ini pada Jum’at 2 Agustus 2024, Nani Kepala SMPN 1 Beber berusaha menyembunyikan sesuatu. menjawab “nggak ada, sudah klir” sambil menampilkan emoticon tangan menangkup sebanyak 3, namun dihapus lagi oleh Nani. karena membuat penasaran, wartawan ini menghubungi pihak wartawan yang diduga diancam Nani. namun wartawan tersebut hanya menjawab “kepseknya ponakan nya X (menyebut nama seseorang, red), keder”, dan sebenarnya masih banyak kalimat lain namun sudah dihapus oleh wartawan tersebut. karena masih penasaran seperti apa clear/selesainya dugaan ancaman tersebut, wartawan media ini menanyakan kepada orang yang disebut sebagai saudaranya kepsek Nani dengan sebutan keponakan ke Nani. didapati “Punten Ang tadi di grup saya hapus, biar jangan pada salah paham. memang iya masih ponakan saya, itu cuma ada mis komunikasi saja. kemarin sudah saya ketemukan, dan sudah klir. masalahnya karena Yatno dan Rico blm ketemu, sudah buru-buru ngeshare di grup. sesudah ketemu, ternyata cuma salah paham. kepsek tidak ada maksud nuduh atau apa-apa, cuma karena nggak ketemu. jadi yatno dan rico nya menduga-duga yang belum dikonfirmasi” sambil mengirimkan emoticon tangan menangkup 2 biji.
Dan saat ditanya kembali klir (clear) nya seperti apa, si X wartawan yang mengaku saudaranya Kepala SMPN 1 Beber Nani tadi hanya menjawab “Yaa sesudahnya ketemuan ternyata sama-sama salah paham, jadi ya sudah saling memaafkan dan tidak ada masalah” pungkasnya. begitupun saat wartawan media ini meminta komentar Ade Kandar selaku Kepala Bidang (Kabid) SMP di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, sang Kabid hanya menjawab dengan mengirimkan sticker whatsapp anak kecil yang menepuk kepala yang didampingi tulisan “haduh”. entah apa maksudnya, namun yang pasti clear yang dimaksud tidak diketahui. karena baik photo atau vidio clear nya pihak wartawan yang diduga diancam dan pihak kepsek Nani, bahkan dan WAG semula yang membuat geger tadi pun tidak ada. potongan screenshoot duka cita yang menampilkan photo almarhum wartawan yang dibarengi dengan tulisan “dia sudah meres (memeras) beber 1, jangan sampai seperti itu (dibuktikan dengan emoticon tangan menunjuk keatas)” dibawahnya, sepertinya bermuatan nada ancaman gaib. karena wartawan yang meninggal yang dimaksud, meninggalnya tidak dalam keadaan sakit alias sehat-sehat saja. namun itu juga memerlukan pembuktian lebih lanjut, karena pasal penggunaan hal-hal gaib belum pernah terjadi. bahkan sampai berita ini diturunkan, klir atau clear nya seperti apa, Kepala SMPN 1 Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Nani tidak menjawabnya. (Kusyadi)
























