Semakin hangat : Tim Penata Aset Kesultanan Cirebon Menuntut PDAM Tirta Kemuning Membayar Rp. 201.000.000.

Kamis, 11 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semakin hangat : Tim Penata Aset Kesultanan Cirebon Menuntut PDAM Tirta Kemuning Membayar Rp. 201.000.000.

 

Kuningan patrolinews86.com – Sesuai dengan SK Bupati kuningan no. 690/296-Pereg/2013 Tanggal 15 Juni 2013..PDAM tirta kemuning kab. Kuningan diberikan tanggung jawab mengelola jaringan Air Bersih Pedesaan di 9 desa yang berada di Kecamatan Japara Kab.Kuningan Jawa Barat. Yang sebelumnya jaringan air bersih tersebut  di kelolah oleh BPSABP Kecamatan japara, namun pada saluran jaringan air bersih pedesaan tersebut ada jaringan air bersih Tanah Milik pribadi Ibu. Hj. M. yang sudah di hibahkan kepada Kesultanan Cirebon sejak tanggal 18 Mei 2024 yang aset Jaringan Air Bersih Tersebut adalah Milik ibu Hj. M.. yang sekarang masih di proses sengketanya oleh Tim Penata Aset Kesultanan Cirebon terkait jaringan air bersih seluruhnya. Bahkan di dalam Bak air tersebut ada 1 buah mesin Pompa air yang sebenarnya masih Milik pribadi Ibu. Hj.M yang sekarang sudah tidak ada lagi di tempatnya dan sudah di potong entah oleh siapa, tetapi yang jelas masih dalam penyelidikan ( di cari tau untuk di laporkan ke pihak kepolisian. ) ungkap Dony Sigakole saat bertemu patroli menceritakan tentang kasus air bersih Japara yang kini terus menghangat.

 

Masih dikata Dony  sebagai salah satu  tim Penata aset Kesultanan Cirebon yang juga sebagai ketua Tim penyelesaian permasalahan Jaringan Air bersih pedesaan milik ibu Hj. M. yang sudah menguasakan kepada tim Kesultanan Cirebon untuk menyelesaikan semua persoalan yang belum terselesaikan ini mengatakan,  Kami sekarang hanya menuntut kepada Kepala PDAM tirta Kemuning Kab. Kuningan terkait penggunaan tanah pribadi milik kami untuk jaringan Pipa dan penggunaan Bak penampung yang sejak di SK kan. Oleh bupati untuk PDAM untuk pengelolaannya. Dan hingga saat ini pengelolaannya belum pernah membayar sepeser pun terkait penggunaan tanah tersebut dantidak pernah ada ikatan perjanjian apapun dalam masalah ini.

 

Untuk itu kami menghitung penyewaan tanah tersebut kepada PDAM Tirta Kuningan sebesar Rp. 1.500.000 per bulannya di kalikan 134 bulan sampai dengan saat ini sebesar Rp. 201.000.000 dan selanjutnya di ikat dengan perjanjian. Sementara untuk permasalahan lain termasuk keseluruhan aset Jaringan Air Bersih Pedesaan seluruhnya,  kami lagi persiapkan untuk di perkarakan melalui jalur hukum baik itu Pidana. Perdata Maupun Di PTUN kan terkait ganti Ruginya.. Ujar Donny.

 

Tim red

Berita Terkait

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Diduga Edarkan 48 Butir Obat Hexymer, Dua Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Pekalongan
Asas Final and Binding Hasil Kesepakatan Keadilan Restoratif

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah

Berita Terbaru

Uncategorized

Vaveya Freispiele – Übersicht und Optionen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB

Uncategorized

Emberluck tours gratuits : aperçu complet et options

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB

Uncategorized

Paamebet tours gratuits : guide de sécurité complet 2024

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB