Diduga dana bantuan PIP di Korupsi
Lebak Banten patrolinews86.com – Menelisik keberadaan PKBM Bina Insani di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Ahmad dan seorang operator yang bernama Budi Supriyadi, memiliki jumlah siswa laki laki 155 dan perempuan 110 dengan jumlah warga belajar 265 orang beralamat di Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
Beberapa waktu yang lalu Kepala Sekolah yang bernama Ahmad ketika di wawancarai oleh awak media terkait jumlah warga belajar dengan polos ia mengatakan saya tidak tau jumlah warga belajar PKBM Bina Insani karna saya mengakui yang di daptarkan nama sebagai kepala sekolah semua itu untuk sebuah persyaratan saja akan tetapi kami tidak dilibatkan baik dalam hal pembelajaran jumlah warga belajar dan anggaran dari pemerintah yaitu Bantuan oprasional pendidikan (BOP) saya hanya sebatas nama saja yang di cantumkan tapi saya tidak tau tupoksinya.” Ungkap dia.
Sewaktu awak media mewawancarai pengurus PKBM yang bernama Deni melalui Tlp selulernya kami minta tanggapan terkait program bantuan indonesia pintar (PIP) dengan gamblang Deni menjawab bahwa PKBM Bina Insani belum mencairkan bantuan PIP sama sekali baik paket B atau C pada tahun 2024, akan tetapi wartawan patroli berdasarkan data dari Kemendikbud PKBM Bina Insani untuk paket B mendapatkan 24 Orang nominal angka Rp 14.625.000 tetapi yang di salurkan hanya 5 warga belajar sebesar Rp 1.875.000 pada tanggal 21 bulan 5 tahun 2024 dan sangat patal lagi menurut pandangan awak media untuk paket C pada gelombang pertama sebanyak Wajib Belajar 65 dengan jumlah uang Rp 104.400.000 di duga sama sekali tidak disalurkan kepada penerima manpaat yang katagori kurang mampu.
Akan tetapi salah seorang pengurus PKBM Bina Insani dengan kukuhnya bahwa dia belum sama sekali mencairkan bantuan PIP padahal datanya sudak A1 dari kemendikbud. Wawancara di telp sangat lama dan alot namun Deni dengan gamblang ber’alibi bahwa bantuan PIP tersebut bukan pihak PKBM yang mempersulit melainkan itu semua adalah kesalahan dari pihak terkait baik BRI dan BNI yang dalam penangan pelayanannya sangatlah lalai tidak propesional dari bulan 4 dan bulan 5 sampai saat ini belum satupun warga belajar PKBM kami mendapatkan buku rekening padahal waktunya sudah cukup lama sampai berbulan bulan.” tutur Deni sewaktu di wawancarai melalui telepon seluler.
Di tempat lain kami minta tanggapan kepada salah seorang lembaga bantuan hukum (LBH ) KAI konfrensi advokat indonesia yang bernama w.gunawan SH di ruangannya ia dengan lantang berbicara PKBM adalah lembaga yang di bentuk oleh masarakat untuk masarakat yang bergerak di bidang pendidikan demi mencerdaskan anak anak bangsa yang diatur oleh Undang – undang no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) pasal 26 ayat 3 tercantum pendidikan non pormal.
Terkait oknum pengurus PKBM yang di duga menggasab/menggelapkan bantuan program indonesia pintar untuk warga belajar yang kurang mampu saya sangat geram kami akan layangkan surat somasi kepada PKBM Bina Insani dan saya bersama jajaran advokat KAI akan melaporkan kepada aparat penegak hukum baik Tipikor Polres Polda Kejaksaan Kejati Propinsi Banten agar oknum tersebut sesegera mungkin di panggil,untuk di mintai keterangan dan bila mana betul terbukti dugaan mengkorupsi bantuan PIP maka kami minta kepada aparat penegak hukum semua yang terlibat harus di hukum sesuai aturan yang berlaku tentang KKN
Tak hanya itu kami akan layangkan kepada Dinas Pendidikan untuk menekan kasi paudi supaya mencabut ijinnya,
Tim