Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Kades oleh Wartawan Jombang, Ini Kata Wilson Lalengke

Selasa, 21 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Kades oleh Wartawan Jombang, Ini Kata Wilson Lalengke

Jombang patrolinews86.com – Beredarnya berita kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh dua orang wartawan media online di JombangJawa Timur, baru-baru ini akhirnya menimbulkan berbagai macam tanggapan dan pendapat dari beberapa kalangan, baik dari masyarakat umum maupun tokoh jurnalis. Dari banyak tanggapan tersebut, sebagian besar menilai kasus tersebut sangat janggal dan terkesan penuh rekayasa.

Hal tersebut seperti tanggapan dari Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Menurut tokoh pers nasional ini, dirinya sangat meragukan jika para wartawan tersebut melakukan pemerasan. Jika wartawan mendatangi kades, itu suatu yang lumrah, untuk mempertanyakan dan mengklarifikasi informasi dan data yang mereka dapatkan.

Apalagi terkait dengan proyek dana desa yang dikelola oleh para Kades dan jajarannya, yang tentunya harus dimonitor dan dikontrol oleh masyarakat. Kontrol dari publik, terutama wartawan, sangat diperlukan, dan hal ini telah berulangkali disampaikan oleh Menteri Keuangan dan Presiden agar masyarakat mengawasi ketat penggunaan dana desa yang dikucurkan ke desa-desa di seluruh Indonesia.

“Saya seratus persen tidak percaya bahwa kawan-kawan wartawan itu melakukan pemerasan kades. Yang terjadi di Jombang itu sebenarnya adalah kolusi antara kades dan gerombolan oknum pulisi mental sambo untuk menjebak wartawan. Mengapa? Karena kades takut kinerja dan perilaku koruptifnya terbongkar, maka dia berkolaborasi dengan polisi mental sambo untuk membungkam wartawan dengan strategi brutal dan busuk, seakan-akan wartawan memerasnya,” tegas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, Senin, 20 November 2023.

Kades di Indonesia ini, lanjut Wilson Lalengke, merupakan kelompok koruptor baru terbanyak di negara ini sejak dana desa miliaran diserahkan pengelolaannya kepada kepala desa. “Uang dana desa menjadi bancakan dimana-mana, warga berlomba jadi kades karena ada uang besar bagi desa, yang kemudian disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Polisi dimana-mana sudah jadi dewan pelindung para kades bajingan yang tolol itu, sebagian besar karena ada kontribusi kades ke oknum-oknum pimpinan polisi di daerah-daerah,” beber trainer jurnalistik yang sudah melatih ribuan anggota TNI, Polri, PNS, mahasiswa, wartawan, buruh, dan masyarakat umum ini sambil menambahkan bahwa dirinya hampir setiap hari menerima laporan terkait perilaku kepala desa yang menggunakan uang rakyat hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

Pendapat Wilson Lalengke tersebut ada benarnya juga, karena tidak mungkin hal tersebut terjadi jika tidak ada sebabnya. Sangat mungkin, upaya peangkapan wartawan merupakan hasil kolusi jebak-menjebak yang dilakukan kades memanfaatkan oknum mental bejat sebagai upaya untuk menutup kebobrokan sang kades.

“Bisa saja ini adalah upaya dari Kades di Jombang itu untuk menutup mulut atau menyuap wartawan agar tidak memberitakan hasil temuan atas kejanggalan dan penyimpangan terhadap proyek yang dilaksanakan dengan menggunakan dana desa tersebut karena jika memang dilaksanakan dengan benar dan sesuai ketentuan kenapa harus takut untuk diberitakan. Akhirnya dijebak,” ujar seorang wartawan yang minta namanya disamarkan.

Sehubungan dengan banyaknya kejadian serupa, Wilson Lalengke menghimbau kepada seluruh wartawan dan pewarta warga, termasuk masyarakat umum dan LSM, agar senantiasa berhati-hati ketika berhadapan dengan uang. “Jangan tergiur dengan uang, hati-hati dengan jebakan betmen, banyak oknum aparat yang berkolusi dengan para kades, pejabat, dan pengusaha nakal untuk menghentikan langkah Anda dalam mengawasi perilaku buruk mereka,” pungkas Presiden Permata Indonesia ini mewanti-wanti. (TIM/Red)

Berita Terkait

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu
Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Camat Darangdan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Peningkatan Pelayanan
Revitalisasi Sekolah di Cirebon Banyak Masalah hingga dugaan pemotongan 20% , ARM Desak APH Usut Tuntas

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati

Berita Terbaru