Pakar Hukum Pidana Sebut Kasus Tragedi Kanjuruhan Bukan Pelanggaran HAM Berat.

Sabtu, 26 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pakar Hukum Pidana Sebut Kasus Tragedi Kanjuruhan Bukan Pelanggaran HAM Berat.

 

SURABAYA – Patrolinews86.com.
Pakar hukum pidana menyebut tragedi pasca laga Arema melawan Persebaya di stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022 lalu, bukan pelanggaran HAM berat. Hal ini disampaikan pada kegiatan Focus Group Discussion dengan tema Pertanggungjawaban Pidana Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang, di Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Jumat (25/11/2022).

Prof Dr Didik Endro Purwoleksono, Guru Besar Fakultas Hukum Unair menyebut, tragedi Kanjuruhan bukan pelanggaran HAM berat. Hal ini mengacu pada hasil temuan tim independen yang dipimpin Menkopolhukam Mahfud MD, beberapa waktu lalu.

“Karena kalau pelanggaran HAM, karena itu harusnya acuannya adalah pengadilan HAM, undang undang 26 tahun 2000. Dan itu ada dua jenis genosida dan kemanusiaan,” jelas Prof Didik.

“Ciri khas pelanggaran HAM adalah sistematis, tetapi gas air mata bukan senjata tajam,” tambahnya.

Pakar bidang Criminal Law dan Criminal Procedure Law itu juga menyebut bahwa berdasar sejumlah kajian terhadap kasus tragedi Kanjuruhan, maka pasal KUHP yang tepat diterapkan pada para pelaku adalah pasal 359.

Namun pada penerapan pasal tersebut, kata dia, perlu didalami apakah aparat kepolisian yang ada di lokasi kejadian telah memahami sejumlah faktor.

Faktor pertama, apakah aparat sudah mengetahui atau tidak tentang regulasi larangan FIFA membawa gas air mata kedalam stadion.Kedua, penembakan gas air mata apakah sesuai dengan SOP. Ketiga perlu dibuktikan apakah para korban itu merupakan korban gas air mata. Dan ke empat, apakah bisa dibuktikan bahwa penggunaan gas air mata dalam kejadian itu menyebabkan kepanikan sehingga massa saling berdesakan dan berujung pada terjadinya tragedi

“Menurut saya dari empat poin tersebut jika salah satunya memenuhi , maka aspek pidananya bisa dikenakan pasal 359,” tandasnya

Sementara pakar HAM, Dr Bambang Suheryadi menyebut, penerapan pasal dalam kasus Kanjuruhan harus melihat berbagai faktor termasuk niat para pelaku dan kondisi psikologis mereka.

“Namun dalam keilmuan hukum psikologis, ditengah kondisi kacau itu kita tidak bisa menuntut polisi sabar, kita tidak bisa menuntut kesabaran mereka,” ungkapnya. ( Samira )

Berita Terkait

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Diduga Edarkan 48 Butir Obat Hexymer, Dua Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Pekalongan
Asas Final and Binding Hasil Kesepakatan Keadilan Restoratif

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah

Berita Terbaru

Uncategorized

1Win Giriş Türkiye’de Online Casino

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:50 WIB

Uncategorized

Olymp Casino Bangladesh

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:50 WIB

Uncategorized

Mystake 3 Casino en Ligne France

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:50 WIB