Pemborong tidak tanggung jawab : pembangunan Ruang kelas di SMAN I Lemahabang karawang Terbengkalai

Karawang patrolinews86.com – Pembangunan Ruang yang diharapkan oleh pihak sekolah selama ini terutama untuk ruang kepala sekolah, ruang Guru dan Tata usaha itu ternyata harus kandas ditengah jalan dan bukannya tempat pelataran parkir itu menjadi bagus malah yang ada membawa kumuh kepada pelataran sekolah bahkan nyaris tak terawat.
Hal itu nampak dilapangan dengan adanya bantuan provinsi dengan jumlah Rp.198.7999.000 yang dilaksanakan oleh CV.Rimba Kencana Makmur, kini terbengkalai dan nyaris rubuh akibat pekerjaan tidak selesai karena pekerjaan keburu ditinggal dan hanya sampai pemasangan kusen dan bata saja seperti dalam contoh di gambar.
Kenyataan itu menjadi keprihatinan banyak pihak di sekolah karena sekolah tidak tau apa apa tentang bantuan yang diborongkan itu, karena bantuan dari provinsi pada tahun 2021 itu dikerjakan pihak ketiga (pemborong) dan pihak sekolah hanya menerima kunci.
Keluhan adanya kekumuhan dan tidak jelasnya proyek pembangunan yang terbengkalai ditinggal pemborongnya itu dibenarkan oleh para guru dan jajaran di sekolah, bahkan pihaknya merasa prihatin dengan adanya tempat parkir di sekolah dan berdekatan dengan bangunan mesjid itu tadinya dibangun supaya lebih bagus dan terlihat indah tetapi malah jadi kumuh dan tidak terurus. Bahkan terlihat ilalang pun sampai tumbuh tinggi dan berserakan.
Kita juga bingung kenapa pembangunan ini hanya dikerjakan seperti itu dan kita mau protes juga kepada siapa dan dimana, karena dulu pelaksananya selalu ganti ganti dan tidak pernah permisi. Mau di betulin juga nanti malah jadi masalah yang pada ahirnya dibiarkan terpuruk seperti itu. Ungkap sumber dilapangan yang minta tidak ditulis namanya pada awak media ini.
Tentu melihat kenyataan seperti ini, diharap pihak dinas pendidikan Provinsi jawa barat koperatip dalam menyikapi masalah ini karena jelas kenakalan pihak pelaksana pemborong berdampak kurang baik pada kenyamanan dan suasana sekolah sekarang ini, dan hendaknya dinas menegur kepada pelaksana sebagai pemenang dalam kegiatan pembangunan karena dengan kenyataan seperti ini dianggap pelaksana tidak bertanggung jawab dan bisa kena beklis. Serta bisa mengusut tuntas kenapa pembangunan bisa terbengkalai tak karuan.//tim
Views: 64