Sampul Rapot Siswa Di Perjual Belikan, Dana BOS Dikemanakan..?

Kamis, 28 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

CIREBON, patrolinews86.com – Diajaran baru tahun 2022/2023 ada yang menarik di pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negri (SMPN) di Kabupaten Cirebon. Pasalnya, hampir semua sekolah ada aktifitas jual beli sampul rapot kepada orang tua siswa. Di himpun (28/7/2022).

Hasil data yang di himpun, hampir semua SMP Negeri di Kabupaten Cirebon menjual sampul rapot dengan beragam haragannya, mulai dari 40 ribu hingga seratus ribuan. salah satu contohnya di SMPN 1 Weru  dan SMP 3 Plered mengakui adanya penjualan samful rampot dan di setiap sekolah beragam harganya.

Namun hal yang menarik yang menjadi pertanyaan publik kenapa sampul rapot ini di perjualkan kepada orang tua siswa padahal bisa menggunakan dana BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) untuk pembelian sampul rapot. “maka harus di pertanyakan untuk apa saja anggaran dan BOS ini, ko sampe sampul rapot saja di bebankan kepada orang tua siswa,” ujar Dede Supriatna yang berencana menjadi ketua Gerakan Komunikasi dan Silaturahmi Wali Murid (GK&SWM).

Masih menurutnya, perlu sekali di pertanyakan tentang penggunaan dana BOS nya, jangan sampai penjualan sampul rapot ini menjadi objek mencari keuntungan, karena pendidikan ini bukan untuk jalan usaha mencari keuntungan namun mencerdaskan anak bangsa dan jangan-jangan pihak sekolah ini pemasukan anggaran untuk pembelian samful rapot di RKS dan di Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggran Sekolahnya (ARKAS). maka perlu di pertanyakan kepada pihak sekolah kenapa sampul rapot itu di perjualkan,” terang kang Dede.

 

Hal senada di ungkapkan oleh ketua ABS kang Harun, masalah sampul rapot itu di bolehkan menggunakan dana BOS jadi pihak sekolah tak usah repot-repot menjual kepada para orang tua siswa yang ujung-ujungnya menjadi beban orang tua siswa. “bukannya pemerintah ini membebaskan biaya sampai dengan 12 tahun, kalau ada pembiayaan lagi dimana kata geratisnya dan untuk apa di adakan dana BOS. Kalau seperti ini saya dengan tim berencana akan melakukan audensi dengan dinas Pendidikan Kabupten Cirebon,” tegasnya.

 

Sampai berita ini di tayangkan kadisdik Kabupaten Cirebon belum membalas Konfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp nya. (Harun)

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru