Doa Polri Untuk Negeri, Kapolri Ajak Santri Pondok Buntet Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

Kamis, 28 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kabupaten Cirebon,patrolinews86.com-
Kapolri Jenderal Polisi. Drs.y Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengajak para santri Pondok Buntet Pesantren menjaga persatuan dan kesatuan NKRI yang bertempat di Pondok Pesantren Buntet Kab.Cirebon, Selasa malam (26/07/2022).

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri “Doa Polri untuk Negeri Pesantren Kawal NKRI” dalam rangkaian “Haul Al Marhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren” di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak keragaman suku dan budaya. Itulah yang membuat negara maju. Jika keberagaman tersebut dihilangkan, maka berpotensi menimbulkan permusuhan antar sesama saudara dan sebangsa Tanah Air.

“Kita harus sepakat persatuan dan kesatuan harus dijaga. NKRI harga mati. Kalau ada yang mencoba memecah belah persatuan dan kesatuan, tugas kita memarahinya. Kita harus mewariskan persatuan kepada generasi muda sehingga visi Indonesia emas pada tahun 2045 dapat tercapai,” Ujar Kapolri.

setiap saat persatuan dan kesatuan tersebut menjadi kunci utama untuk menjaga keutuhan NKRI. Ideologi Pancasila sudah final dan tidak bisa ditawar lagi karena saat ini banyak oknum tidak bertanggung jawab yang mencoba meninggalkannya.
“Saya juga memohon kepada para kiai, ulama dan santri untuk menjaga Indonesia, menjaga NKRI dan menjaga Pancasila. Kalau ada yang mencoba membawa ke arah lain kita ingatkan karena ini menjadi tugas kita bersama,” ujarnya.

Kapolri mengatakan, tugas Polri dalam menjaga stabilitas Kamtibmas juga tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari para ulama, kiai dan santri, khususnya Pondok Buntet Pesantren. Polri meminta bantuan para kiai dan ulama dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur yang menjadi catatan harum dalam sejarah juga harus diteladani oleh para santri Pondok Buntet Pesantren.

Terutama perjuangan KH. Abbas yang juga santri Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama) melawan penjajah dalam pertempuran 10 November di Surabaya.

“Pondok Buntet Pesantren sejak dulu punya peranan penting dalam pergerakan nasional. Para pendirinya dengan teguh memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semangat tersebut harus diwariskan dan dimiliki para santri dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” pungkasnya.fk

Berita Terkait

Apel Kebangsaan Kodam XXI/Radin Inten: Kasrem 043/Gatam Tekankan Sinergi Jaga Kondusivitas Lampung
Operasi Patuh Lodaya 2026 Polres Cirebon Kota Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas
Kodim 0724/Boyolali Dukung Operasi Patuh Candi 2026, Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Keselamatan Berlalu Lintas
Kapolri Silaturahmi ke Panglima TNI, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan
Ciptakan Rasa Aman ,Babinsa Purwantoro Amankan Kejuaraan Bola Volli.
Ujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Cuaca Panas Tidak Menyurutkan Semangat Mereka.
Kasad Tinjau KDKMP Sobokerto, Ngemplak,Boyolali, Pastikan Kebutuhan Pokok dan Pupuk Petani Terjangkau
Babinsa Tangen Tanamkan Wawasan Kebangsaan di Sekolah Dasar

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Apel Kebangsaan Kodam XXI/Radin Inten: Kasrem 043/Gatam Tekankan Sinergi Jaga Kondusivitas Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Polres Cirebon Kota Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Kodim 0724/Boyolali Dukung Operasi Patuh Candi 2026, Perkuat Sinergi TNI-Polri untuk Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Kapolri Silaturahmi ke Panglima TNI, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Ciptakan Rasa Aman ,Babinsa Purwantoro Amankan Kejuaraan Bola Volli.

Berita Terbaru