Kota Cirebon, patrolinews’86.com – Raknya tentang Penjualan Buku buku LKS disekolah sekolah yang berada dikota Cirebon ini.
menjadi bahan perbincangan sekaligus keluhan para orangtua murid, hingga menjadi perhatian publik, karena dengan adanya penjualan buku buku LKS tersebut yang tadinya di akomodir dari dana BOS APBD Kota Cirebon, Namun diahun sekarang tidak lagi dengan alasan Recofussing menurut dinas pendidikan kota cirebon.
Salah satunya di Sdn Kedungkrisik. Kec. Harjamukti ini pun sama adanya penjualan buku Lks yang berkisar antara
Rp. 60.000 hingga Rp. 65.000, tergantung kelas anak masing masing.
Sekolah Ini memiliki jumlah siswa yang cukup banyak untuk wilayah kecamatan Harjamukti, hingga mencapai diatas 500 siswa.
Dengan situasi yang sedang dalam keprihatinan ini, di karenakan masa pandemi yang berkepanjangan yang berdampak pada menurunya perekonomian masyarakat yang Sangat sangat draktis, seoerti pepatah mengatakan besar pasak dari pada tiang, dengan adanya penjualan buku Lks yang dibabankan kepada para orangtua murid ini, menjadikan Keluhan keluhan pada orangtua murid yang tingkat ekonominya dibawah sekali, karena bagi mereka yang keadaan ekonominya Stabil atau bagus tidak menjadi masalah, Namun bagi mereka yang hidupnya Pas pasan atau dibawah garis kemiskinan Uang sebesar itu Sangat sangatlah berarti.
Ketika awak media mencoba menganjangi sekolah tersebut, guna untuk
mengklarifikasi hal tersebut, *( 17/02/2022 )* tidak dapat menemui Kepala sekolah sehubungan adanya mutasi atau masa transisi pergantian Kepala sekolah, hingga tim hanya dapat bertemu dengan salah seorang guru senior yang sedang mendekati. masa pensiun, yang tidak mau disebutkan namanya, beliau mengatakan, membenarkan adanya penjualan buku tersebut, Namun terkait hal tersebut pihak sekolah tidak tahu menahu itu semua komite yang berkomitmen dengan pihak penerbitnya, tuturnya.
Hingga tim kami awak media mencoba menulusuri pernyataan tersebut dengan mendatangi saudara ketua *Komite ISNEN alias IWO* dikediamanya *( 19/02/2022 )*
Ketua Komite merasa kaget dengan pernyataan tersebut dan sama sekali tidak mengetahuinya dan Ironisnya lagi beliau tidak mengatahui siapa penerbitnya dan gimana aturan mainnya, beliau juga. akan berjanji akan mempertanyakan kepada pihak sekolah, tegasnya,
Dengan kejadian Miss tersebut tim kami berkesimpulan ada. Oknum guru yang bermain dalam hal ini sehingga. mencatut nama komite hanya sebagai bentuk pengalihan perhatian atau Back Up saja. *( Agustian & Tim )*
























