KOTA CIREBON, Patrolinews86.com – Sistem ganjil genap sudah mulai diberlakukan. Sedikitnya 412 kendaraan dari luar aglomerasi Cirebon Raya atau non plat E, telah dilakukan pemeriksaan.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar SH, SIK, MH mengungkapkan, banyak sekali kendaraan yang mengarah ke Kota Cirebon bukan dari wilayah aglomerasi, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan dan pengalihan.
Aglomerasi itu maksudnya adalah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan dan Indramayu (Ciayumajakuning) atau dengan plat nomor “E”.
Pengamanan telah dilakukan serta pelayanan di pos pam juga telah dimulai, baik untuk pemeriksaan maupun skrining.
“Kita sudah mendirikan pos pam di perbatasan Kota Cirebon, tempat wisata. Pos pam di rest area. Pengamanan misa juga sudah dilaksanakan,” kata Kapolres, Jumat (24/12/21).
Kapolres juga menegaskan, pengamanan liburan Natal dan Tahun Baru (nataru) tidak ada penyekatan, tetapi hanya pemeriksaan ganjil genap, kartu vaksin maupun rapid test antigen untuk kendaraan non aglomerasi.
Sementara itu kalau belum di vaksin, maka dilakukan vaksinasi ditempat pos pam.
Termasuk vaksin dosis 2. Untuk yang belum (rapid test) antigen, kita antigen kan, katanya.
Fahri juga mengatakan, sedikitnya 412 kendaraan sudah diperiksa hingga sore hari ini saja.
Kemudian 317 orang dilakukan tes antigen dan patut disyukuri hasilnya non reaktif.
Di H-1 Natal, Kapolres mengaku, ada peningkatan arus lalu lintas baik dari arah Jakarta maupun arah Brebes. Diperkirakan puncaknya adalah malam ini.
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi menambahkan, ganjil genap yang dilakukan saat ini adalah pengendalian mobilitas warga.
“Libur natal dan perayaan tahun baru juga dibarengi dengan pencegahan lonjakan kasus covid-19, khususnya di kota Cirebon, ungkapnya.
Dari beberapa tes yang telah dilakukan, kata sekda, Alhamdulillah antigen non reaktif semua.
“Bagi yang memang tes antigennya reaktif langsung ditindaklanjuti dengan PCR di RSD Gunungjati Bila positif, langsung masuk isolasi.
Kondisi terburuk sudah kami disiapkan, akan tetapi diharapkan tidak terjadi,” tandasnya.
(Dedi)






















