Pasalnya, Yosua Wardaya menekankan bahwa situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Meskipun Covid-19 di Tanah Air masih terkendali, namun beberapa negara terutama di Eropa kini tengah dihantam badai gelombang ketiga bahkan kelima dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan angka kasus positif hingga kematian yang meningkat secara signifikan.
Pada kesempatan itu, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) wilayah Jawa Tengah Pdt. Drs. Heru Purwanta, S.Si, M.Hum. yang diwakili oleh Sekertaris umum PGI (Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah Jateng) Bapak Pdt Yosua Wardaya menyatakan sangat mendukung upaya dan kerja keras pemerintah dan Kepolisian dalam menghadapi masa sulit melawan pandemi Covid-19. Ia pun mengimbau gereja-gereja agar turut serta mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga saat Nataru.
“Bersama-sama pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat kita pasti bisa melewati masa ini. Saya harap tahun ini tidak ada gereja yang memasang tenda untuk ibadah di Jumat malam (tanggal 24 Desember). Kalau bisa di rumah saja,” tuturnya.
Diperkirakan bahwa pada malam jelang Hari Natal, tepatnya Jumat, 24 Desember, itu akan menjadi sangat krusial. PGI wilayah Jawa tengah telah mengirimkan surat imbauan kepada tiap-tiap gereja dan meminta supaya lebih banyak aktivitas gereja dicurahkan ke arah virtual.
“Kalau ada aktivitas ibadah Jumat malam nanti untuk menyambut Hari Natal pun agar dibuat sejak sore sehingga bisa dibagi beberapa sesi. Kita imbau gereja-gereja untuk bisa mengantisipasi ini,” tandasnya.
Sekertaris umum PGI Wilayah Jateng Bapak Yosua Wardaya pun meminta supaya kegiatan-kegiatan ibadah dan lainnya difokuskan melalui virtual/daring. sedangkan, untuk aktivitas ibadah Natal yang akan dilakukan di gereja menyesuaikan ketetapan ketentuan PPKM leve 3, antara lain, membatasi kuota jemaat antara 25 sampai 30 persen dari total daya tampung kuota jemaat dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan secara ketat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


























