Disinggung mengenai pemudik yang telah memasuki wilayah Klaten, Kapolres mengatakan bahwa jajarannya telah melakukan tindakan pemantauan. Program PPKM Mikro yang beberapa waktu terakhir sudah melandai diminta ditingkatkan lagi.
“Mereka salah satu tugasnya yaitu mendata bagi warga yang mudik ke wilayah Klaten. Kemarin sudah kita temukan di 1 kecamatan ada 6 KK sudah kami berikan stiker di rumahnya. Kalau rumahnya dikasih stiker berarti ada pemudik. Nanti pada saat balik juga akan kita pantau.”
Sementara itu Bupati Klaten mengungkapkan bahwa perayaan Tahun Baru 2022 di wilayah Kab. Klaten ditiadakan. Hal tersebut sesuai dengan hasil rapat Forkompinda se-Solo raya, Rabu (22/12/2021) yang memutuskan bahwa pada saat menjelang tahun baru Alun-alun se-Solo Raya ditutup. Rapat lintas daerah itu kemudian ditindaklanjuti dengan Rakor Lintas Sektoral Kab. Klaten dengan keputusan senada yakni mulai tanggal 31 Desember 2021 pukul 19.00 Wib s.d 06.00 Wib Alun-alun Klaten ditutup.
“Ditiadakan. Hiburannya di rumah masing-masing dengan virtual. (Kalau ada yang keluar) Nanti dari pak Kapolres ada tim yang melakukan pengetatan. Tidak ada konvoi-konvoi, tidak ada kembang api, tidak ada dangdutan dan yang lainnya.”
Bupati Kemudian menghimbau kepada para warga masyarakat Kab. Klaten yang sedang merantau untuk menunda mudik menjelang Natal 2021 dan tahun baru 2022 demi keselamatan bersama.
“Saya menghimbau bagi warga Klaten yang saat ini berada di rantau, pada saat Tahun Baru dan Natal tidak usah mudik dulu. Di rantau saja, daripada nanti pulang tidak bisa melakukan kegiatan secara besar-besaran, lebih baik tinggal dirantau.”( R Budiharjo )
Halaman : 1 2


























