Sementara itu AM.Jumai SE.MM kepada awak media mengatakan ” Selaku ketua Majelis Pemberdayaan masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng menyampaikan beberapa hal penting mengenai pelaksanaan program antara lain:
Pertama: Apa yang dilakukan oleh pemerintah kota semarang yang menerapkan smart city perlu diadopsi ke daerah lainnya.
Kedua: MPM pwm Jateng pada program tahun 2021-2022 difokuskan pada pembinaan dakwah komunitas yang meliputi komunitas berbasis; profesi, basis hobi, waktu luang, basis kampus, komunitas khusus , Pemberdayaan pertanian, Pemberdayaan peternakan, Pemberdayaan perikanan , Pemberdayaan kaum marginal.
Ketiga: MPM pwm Jateng akan melakukan koordinasi dan konsolidasi di 6 karesidenan di Jawa tengah dengan menggandeng perguruan tinggi di Jawa tengah seperti UMP Purwokerto untuk karesidenan Banyumas , universitas Muhammadiyah Magelang/Universitas Muhammadiyah Purworejo untuk Kedu, Universitas Muhammadiyah Pekalongan untuk karesidenan Pekalongan , Universitas Muhammadiyah Kudus untuk karesidenan Kudus , Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk karesidenan Surakarta atau Solo Raya dan Universitas Muhammadiyah Semarang ( Unimus ) untuk karesidenan Semarang.
Disamping itu pembinaan dan pendampingan tetap dilakukan secara masif di masyarakat oleh mpm pdm yang melibatkan LAZISMU dan Majelis Ekonomi, ungkap AM.Jumai.( Samira ).























