Aparat Komando kewilayahan dan jaring mitra karib merupakan Patner sebagai ujung tombak di wilayah yang harus berperan aktif ditengah – tengah masyarakat sehingga apabila di kemudian hari muncul permasalahan yang berarti sebagai aparat komando kewilayahan harus tampil paling depan, sehingga dapat membantu memberikan solusi dalam mengatasi permasalahan diwilayah.
Salah satunya memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta.Untuk TNI AD, pemberdayaan wilayah pertahanan darat dilakukan melalui pembinaan teritorial.
Ia menambahkan, pembinaan teritorial ini dalam penerapannya dilaksanakan dalam bentuk pembinaan jaring mitra karib terpilih atau yang dikenal dengan jaring teritorial sebagai kepanjangan tangan aparat Komando Kewilayahan dalam upaya mendapatkan berbagai informasi di wilayahnya.
“Kegiatan pembinaan jaring mitra karib ini sebagai upaya untuk mewujudkan dan memperkokoh Kemanunggalan TNI – Rakyat. Apabila masih ada pihak-pihak yang menginginkan TNI lepas dan terpisah dari Rakyat, berarti tidak memahami sejarah,” ujarnya.
Dikatakan, TNI tidak bisa disamakan dengan Tentara di negara lain, sampai kapanpun TNI dan Rakyat tidak bisa dipisahkan. “Sejarah mencatat, Tentara (Laskar/Pejuang) dan Rakyat bahu membahu berjuang untuk merebut dan mempertahankan Kemerdekan Indonesia,” ucapnya. (Pendimtegal/Mn/Susi)
Halaman : 1 2


























