Kasi Pencegahan BNN Provinsi Jawa Tengah Jamaluddin Ma’ruf menilai, momentum pelantikan DPD BANN dan GRANTIKA ini sudah sesuai dengan keinginan untuk mewujudkan Klaten Bersinar (Bersih Narkoba), sekaligus untuk mempersempit ruang gerak dan langkah peredaran narkoba, mengingat pecandu, pengedar, dan produsen narkoba di Klaten cukup besar.
“Tugas relawan adalah meningkatkan ketahanan dan kontrol diri masyarakat dalam hal berani menolak, berkata tidak, dan melapor terhadap tindak pidana peredaran narkoba,” pesan Jamaluddin.

Membacakan sambutan Bupati Klaten, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sugeng Haryanto menilai, narkoba telah menjadi ancaman serius. Peredarannya sudah meluas tidak hanya di kota-kota besar saja, namun sudah merambah hingga pedesaan dan sekolah, termasuk di Kabupaten Klaten. Data menyebutkan ada 4 juta anak-anak di Indonesia terjerat narkoba, dan sebanyak 33 orang meninggal setiap harinya karena narkoba.
“Saya berharap usai pelantikan ini bisa bersama-sama elemen masyarakat lain menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba, serta berkontribusi positif dan bersinergi bersama Pemkab Klaten, dalam rangka mencegah dan memberantas peredaran narkoba, guna mewujudkan Klaten Bersinar (Bersih Narkoba),” tandas Bupati.
Usai pengukuhan pengurus DPD BANN dan Gerakan Anti Narkoba (GRANTIKA) Pelajar tingkat Kabupaten Klaten, acara dilanjutkan dengan pencanangan Kampung Tangguh Narkoba yang ketiga di Desa Sumberejo Klaten Selatan, setelah sebelumnya Desa Bonyokan Jatinom dan Desa Plawikan Jogonalan mencanangkan kampung yang sama.( Samira )
Halaman : 1 2






















