Untuk pelaksanaannya jelas Naryo, program padat karya P3-TGAI merupakan kegiatan swakelola yang dikerjakan oleh kelompk tani atau Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), melibatkan petani atau masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 479 orang atau setara dengan 22.876 hari orang kerja, dengan anggaran untuk satu lokasi sebesar 195 juta rupiah. Menurutnya, melalui pelaksanaan protokol kesehatan ketat, P3-TGAI tidak menimbulkan cluster baru Covid-19.
“Hari ini kita serahkan aset pekerjaan dari kami (Satker) kepada Kepala Desa. Diharapkan nanti dengan statusnya sebagai aset desa dapat dipelihara dan dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih baik.“ pungkas Naryo.
Bupati Klaten Hj.Sri Mulyani dalam sambutannya menegaskan, P3-TGAI merupakan bentuk dukungan, langkah maju, dan kepedulian Pemerintah Pusat ditengah melambatnya perekonomian akibat pandemi covid-19. Untuk itu, Pemkab Klaten menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Kementerian PUPR atas terlaksananya program ini, sehingga bisa memberikan manfaat besar kepada masyarakat dan petani di Kabupaten Klaten.
“Harapan kita bersama saluran irigasi yang telah dihasilkan ini mampu memberikan kemanfaatan bagi petani dan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi pertanian di Kabupaten Klaten,” tandas Bupati.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


























