Maka dari itu, pihaknya pun berencana akan melibatkan budayawan pada saat proses vaksinasi. Nantinya, mereka diharapkan mampu memberikan pesan kepada warga agar tidak kendor prokes meski sudah divaksin. “Kemarin saya setelah bersama presiden ada narasi tunggal, yaitu hidup berdampingan dengan COVID. Bagaimana menjaga kenormalan baru dengan prokes. Yang paling bisa menyampaikan ini adalah dalang ke masyarakat,” ucap Sandi.
“Saya menyusun konsep, di setiap vaksinasi, 30 menit menunggu KIPI, saya sedang mencoba agar diisi dengan wayang, seni tradisional, dengan narasi bahwa meski sudah divaksin tapi tetap mematuhi prokes,” lanjutnya.
Selain itu, Sandi menuturkan bahwa perijinan pembukaan gelaran seni budaya dapat diajukan kepada pemerintah daerah atau satgas setempat. Bahkan, dapat ditunjuk untuk dilakukan gelaran sebagai langkah uji coba layaknya destinasi wisata. “Karena hari ini (Bandung Raya) PPKM Aglomerasi level 3. Sebetulnya, keputusan (dibuka atau digelar) itu ada di daerah, mana yang mau diujicobakan apalagi kegiatan yang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Koordinasi dengan satgas dan kepolisian, nanti kami beri panduan,” pungkasnya. (IH. Sianipar)
Halaman : 1 2
























