Kasi Pencegahan BNN Provinsi Jawa Tengah Jamaluddin Ma’ruf mengingatkan, pencanangan ini hendaknya tidak hanya sebatas seremonial saja, namun perlu aksi nyata melalui penguatan relawan yang sudah terbentuk, guna mengetahui tugas sebagai duta anti narkoba diwilayahnya.
Menurutnya tugas relawan tidak hanya sebatas membacakan ikrar saja, namum juga memiliki inisiatif untuk mengadakan program seperti sosialisasi maupun pembekalan kepada generasi muda tentang arti pentinganya anti narkoba.
“Kita jangan hanya bangga dengan seremonial saja. Kita harus bener-bener bergerak, bisa melalui ibu-ibu PKK maupun tokoh masyarakat desa setempat. Kalau kita bersama-sama bareng maju melawan narkoba, mereka (narkoba) tidak akan mempunya tempat di desa kita. Kalau narkoba tidak datang ke desa kita, anak cucu kita, generasi-generasi penerus kita akan tumbuh didalam lingkungan dan ekosistem yang sehat, insyaallah mereka akan fokus untuk menggapai mimpi dan cita-cita mereka,” jelas Ma’ruf.
Sementara itu salah satu pengurus Forum Masyarakat Anti Narkoba (Formas Annar) Klaten, Anton Sanjaya mengungkapkan, dengan telah dicanangkannya desa Bonyokan sebagai Kampung Tangguh Narkoba, harapannya tidak hanya berhenti pada pencanangan saja, namun memiki aksi dan konsekuensi untuk menjaga, membentengi, serta melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
























