Sukendar SH Siap Laporkan dugaan PMH Pamsimas Di Desa Cihaur
Kuningan,Patrolinews86.com
Program Pamsimas untuk masyarakat di rasa penting, pemerintah telah menggelontorkan anggaran buat program pamsimas,seperti hal nya Program pamsimas di Desa Cihaur di Kec Ciawigebang Kab.Kuningan awal dapat di rasakan oleh masyarakat.
Namun baru baru ini menuai kontroversi di masyarakat,karna berawal dari cuitan di medsos warga Desa Cihaur yang mempertanyakan akan kejelasan Pengelolaan air bersih,sehingga membuat salah satu aktivis dan pengurus LBH ELIT.Bang Sukendar SH terpanggil jiwa nya untuk membantu warga Desa Cihaur agar mendapatkan kejelasan terkait Sumber air dan pengelolaanya yang transparan dan akuntabel.
Kamis,22/6/2023,kades Cihaur Ahid,saat di kompirmasi,menjelaskan.mengenai sumber air dan pengelolaan nya sekarang di pegang Bumdes dan sumber air dari PDAM,adapun penagihan sistem meterisasi itu aturan dari Bumdes dan sudah di sepakat oleh masyarakat,Bumdes.
Dan kami (Bumdes) sudah ada MOU baru dengan PDAM Kuningan,karna dulu sempat ada tunggakan pembayaran ke PDAM kisaran Rp.45.000.000 dan sudah di bayar oleh Bumdes ,yang mana dana Bumdes dari Dana Desa,terkait kwitansi masih menggunakan pamsimas ya itu memang dulunya pamsimas dan di kelola perorangan,namun sekarang udah oleh bumdes dan masyarakat antusias tidak ada permasalahan,bahkan menurut keterangan dari bumdes ,masyarakat yang menunggak pembayaran masih bisa menganggur dan harga debit air per kubukasi nya lebih murah dari harga PDAM.
Intinya Program air bersih yang di kelola oleh Bumdes tidak ada masalah,bahkan masyarakat merasa terbantu,kalau mau jelasnya silahkan tanya ketua/manajer Bundesny agar lebih jelas.”ujarnya”
Namun di lai tempat bang Sukendar SH dari LBH Elit menjelaskan ke awak media,bahwa memang saya telah menelusuri investigasi ke lapangan,dan melakukan audensi dengan PDAM Kuningan Program air bersih di Desa Cihaur,dasar kami bergerak menindak lanjuti program air bersih di berawal dari cuitan di medsos warga Desa Cihaur,dan hasil di lapangan memang di duga ada kerancuan dalam pengelolaan,seperti Kwitansi penagihan yang masih berlebel Pamsimas,tidak jelas akan harga dan jumlah itungan Kubikasinya,serta maen putus saja kalau telat pembayaran.
Bahkan saat kami audensi dengan PDAM , memang ada MOU Agriment antara Kades Mantan sdri Astri (Lastri) dengan PDAM ,namun kok di kelola oleh seseorang,yang aneh program awal dari Pamsimas yang mana di danai oleh pemerintah,karna di duga air nya gak layak di pergunakan,dan beralih beli airnya ke PDAM,tapi tetap ada sebagian dusun yang airnya dari pamsimas dan harganya juga sistem meterisasi.”ungkapnya”
Masih menambahkan bang Sukendar SH.Ya intinya harus ada kejelasan apakah ini pamsimas apa PDAM,
Karna kalau air dari PDAM kan berarti cuma beli airnya saja,terus pipa sama meter ya dari mana????
Kan pasti masih yang dulu,
Dan yang aneh lagi kok bisa ada tunggakan pembayaran ke PDAM serta di bayar oleh Bumdes dan uangnya dari Dana Desa,apakah benar????,nanti kita akan cek ada gak di pelaporan omspam ke kemenkeu dan tahun berapa???.
Yang jelas program ini berawal dari zaman kades mantan bu Astri(lastri),dan saat kami kompirmasi bahwa ini bukan urusan saya lagi,dan lagian bu Astri (lastri) gak di libatkan oleh kades yang sekarang.
Intinya ini dugaan ada permainan dalam pengelolaan air bersih ini,katanya Air dari PDAM namun kenyataan Pamsimas masih jalan dan kwitansi Penagihan ke masyarakat Pamsimas,karna program pamsimas itu di danai dari negara,untuk kepentingan masyarakat dan adapun biaya yang di kenakan kemasyarakatan itu pun hasil kesepakatan warga untuk dana perbaikan atau perawatan,kalau sampe di jual belikan itu jelas ada unsur menguntungkan golongan atau di duga pribadi.
Karna kalau air PDAM itungan debit air dan pencopotan sementara harus berdasarkan aturan meteorologi,tidak sembarangan.
Oleh sebab itu ,kami dari LBH Elit akan melaporkan ke aparat penegak hukum baik itu kejaksaan / tipikor polres,dugaan tindak pidana nya,agar permasalahan. Ini terang benderang,dan tidak merugikan masyarakat.”ta dasnya”.
Uus(boy)Patroli 86.
























