Terkesan adanya pembiaran dari pihak terkait ,Kegiatan tambang pasir di tepian sungai way seputih semakin marak

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seputih Mataram,Patrolinews86.com-Terkesan adanya pembiaran dari pihak terkait ,Kegiatan tambang pasir di tepian sungai way seputih semakin marak. Saat tim media patroli mendatangi lokasi tambang tersebut untuk konfirmasi  kepada pihak pengelola dan mendapatkan keterangan sementara dari salah seorang yang enggan di sebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa tambang pasir yang berlokasi di Kampung Subing Karya Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah yang mana  lokasi Ini sama yang dekat penyebrangan adalah  milik pak Rudi warga kampung Subing Karya kalo dan yang sebelahnya itu Milik Pak Sandi (Oknum ASN) warga kampung Bumi Setia Mataram kebetulan dia bertugas sebagai guru di Salah satu SMPN di Bandar Mataram.”  ungkap sumber di lapangan.

 

Masih di wilayah Kampung Subing Karya  ada beberapa tambang pasir yang aktif beberapa lahan itu diantaranya milik Sodim,Jarno,Kholik dan Sutardi namun anehnya masih terus berjalan meski diduga belum mengantongi ijin

 

Dengan adanya Kegiatan Tambang pasir  yang diduga kuat belum kantongi ijin alias Bodong ini tentu sangat  berdampak buruk pada lingkungan salah satu contoh tepian sungai jadi longsor Jalan usaha tani Bobrok serta Jalan Kabupaten rusak berat. Tidak hanya di Subing Karya, berikut kampung yang terdampak jalan rusak berat karena adanya tambang pasir dari Kampung Subing Karya seperti Kampung Bumi Setia Mataram ,Varia Agung,Banjar Agung Mataram ,Uman agung Mataram ,Sendang Agung Mataram.

 

Warga Subing Karya yang namanya enggan di tulis saat di Wawancarai tim media Mengatakan Jalan di sini Rusak parah Sudah puluhan tahun akibat terdampak dari Mobil truck bermuatan Pasir, namun anehnya pihak pemerintah ataupun APH enggan untuk bertindak.

 

Hal yang sama dikata Warga Uman Agung, Jalan di kampung kami Rusak parah karena mobil bermuatan pasir dari arah kampung Subing Karya.

 

Sementara ditempat terpisah dikata Driver armada truck pengangkut pasir yang akan di bawa ke Kabupaten Tubaba mengatakan kalo dirinya Beli pasir dari Pangkalan milik Sodim dengan harga Rp 500.000 lalu di jual di Tubaban Rp 1.300.000.”  Ujarnya.

 

Driver yang mengaku Dari daerah Mesuji ini juga mengatakan kalo dirinya membeli pasir dari Pangkalan milik Rudi dengan harga Rp 480.000 serta ada biaya Tambahan berupa Pungutan Portal jalan Rp 20.000, Dirinya mengaku menjual di daerah Mesuji dengan harga Rp 1.900.000.

Dengan adanya perihal tersebut Tim media Mendatangi Lokasi tempat dilakukan pungutan uang Portal Sendul (penarik uang pungutan Portal).  Warga Kampung Varia Agung , Mengatakan kalo Uang Pungutan Portal jalan adalah sejumlah Rp 10.000, untuk Subing Karya dan Varia Agung  Bumi Setia juga minta pajak. Saat dirinya mau barik uang pungutan Portal jalan Sendul Melarang tim media untuk mengambil Dokumentasi

 

Sementara pengakuan Rudi (warga Kampung Subing Karya) yang mengaku sebagai  pengelola sekaligus Penanggung jawab kegiatan pungutan uang Portal jalan Dari Subing Karya,Varia Agung dan Bumi Setia.

Pungutan uang Portal Sejumlah Rp 20.000 adalah untuk Perbaikan jalan kalaupun ada sisa ya wajar aja terangnya.

Selajutnya dia minta kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten dan Provinsi untuk dapat Menindak lanjuti Rusaknya Lingkungan Akibat dampak dari Tambang Pasir ,yang di duga Bodong ,,

Kepada Dinas terkait , Terutama kepada Aparat Penagak Hukum ( APH ) dalam hal ini , Polsek Seputih Mataram ,Polres Lampung Tengah ,, Kejaksaan Negeri Gunung Sugih diharap Untuk dapat mengambil tindakan sesuai dengan aturan dan Undang undang yang Ada.

 

Redaksi membuka ruang kepada pihak terkait yang ada dalam pemberitaan untuk bisa memberikan Klarifikasi serta hak jawab ,sebagaimana diatur dalam UUD Pers dan kode etik Jurnalis ,,

 

#?? Bersambung ??

#( K-@6)

Berita Terkait

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Camat Darangdan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Peningkatan Pelayanan
Revitalisasi Sekolah di Cirebon Banyak Masalah hingga dugaan pemotongan 20% , ARM Desak APH Usut Tuntas
Rawan Korupsi Bupati Kuningan diharap Stop Dapur MBG, Masyarakat Demonstrasi Akbar Di Pendopo hari ini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030

Berita Terbaru

HUKUM

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:45 WIB