BOYOLALI – Patrolinews86.com. Pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Gladagsari, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, berlangsung lancar dan tertib. Bertempat di Aula Balai Desa Gladagsari, proses pemilihan tersebut menghasilkan tujuh anggota BPD terpilih yang akan menjalankan tugas untuk periode 2026–2034. Sabtu( 26/09/2026 )
Pelaksanaan pemilihan menjadi bagian penting dalam proses demokrasi di tingkat desa. BPD memiliki posisi strategis sebagai lembaga yang menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan desa, sekaligus menjadi wadah perwakilan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ikut mengawal berbagai kepentingan warga.
Sejak proses pemilihan berlangsung, suasana di Aula Balai Desa Gladagsari tampak tertib dan kondusif. Para utusan atau perwakilan pemilih, baik dari unsur laki-laki maupun keterwakilan perempuan, mengikuti tahapan pemilihan dengan penuh perhatian hingga proses penetapan anggota terpilih.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Kepala Desa Gladagsari Rulyan Giatmiko, S.H., M.H., Camat Gladagsari Muh Isak, anggota Polsubsektor Gladagsari, serta para utusan perwakilan pemilih yang hadir 92 % dari berbagai unsur masyarakat, ketua Rt, Ketua Rw, tomas, Toga, pemuda, PKK,
Kehadiran unsur pemerintahan, kewilayahan, dan keamanan tersebut turut memberikan dukungan terhadap berlangsungnya proses pemilihan agar berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

Dari hasil pemilihan, sebanyak tujuh orang dinyatakan terpilih sebagai anggota BPD Desa Gladagsari periode 2026–2034, yaitu:
1.Ari Sri Purwanto
2.Makruf Hartanto
3.Agus Riyanto
4.Dwi Setyo Anggorotama
5.Rini Dwi Astuti
6.Anisa Dharmawati
7.Kurnianimgrum Dwi
Dengan terpilihnya tujuh anggota tersebut, diharapkan BPD Desa Gladagsari ke depan mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dengan mengedepankan kepentingan masyarakat desa.
Yang menarik dalam komposisi anggota terpilih adalah adanya keterwakilan perempuan sebesar 35 persen dari kuota yang ditetapkan, sehingga unsur perempuan memperoleh ruang dalam lembaga permusyawaratan desa.
Keterwakilan tersebut diharapkan dapat semakin memperkaya perspektif dalam pembahasan berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat. Aspirasi perempuan, keluarga, pendidikan, sosial kemasyarakatan, hingga berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari perhatian bersama dalam menjalankan tugas BPD.
Bagi anggota BPD terpilih, amanah tersebut tentu bukan sekadar sebuah jabatan. Di balik kepercayaan masyarakat terdapat tanggung jawab untuk mampu mendengar, menyerap, dan menyampaikan aspirasi warga secara objektif serta ikut mendorong terciptanya pemerintahan desa yang terbuka dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
BPD juga diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Hubungan yang harmonis antara BPD dan pemerintah desa menjadi salah satu faktor penting dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik.
Pemilihan telah selesai, namun tugas dan tanggung jawab justru baru dimulai. Tujuh anggota BPD terpilih kini memiliki amanah untuk mengawal aspirasi masyarakat Desa Gladagsari selama periode 2026–2034.
Masyarakat tentu berharap para anggota terpilih mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan, bekerja secara transparan, terbuka terhadap kritik dan masukan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dengan berakhirnya proses pemilihan dalam suasana yang lancar dan kondusif,
Desa Gladagsari kini memiliki tujuh wakil masyarakat yang akan menjalankan tugas dan fungsi BPD untuk periode mendatang.
Momentum tersebut sekaligus menjadi awal bagi para anggota terpilih untuk membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat dapat dijawab melalui kerja nyata, komunikasi yang baik, serta komitmen dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Gladagsari.
( samira )
























