Guru Harus Unggul Karakter, Adaptif Hadapi Era AI , Ucap Bupati Kuningan

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan patrolinews86.com  – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan kompetensi kepribadian dan sosial para pendidik sebagai fondasi dalam membentuk generasi berkarakter sekaligus menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat di era kecerdasan artifisial (AI).

Pesan tersebut disampaikan Bupati Dian saat membuka Pelatihan Nasional Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial di SMPN 5 Kuningan, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas” tersebut merupakan hasil kolaborasi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta, dan PGRI Kabupaten Kuningan.

Bupati menilai, upaya membangun pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman kepada peserta didik. Guru sebagai garda terdepan pendidikan juga harus memiliki karakter, ketangguhan kepribadian, serta kemampuan sosial yang kuat agar mampu menjadi teladan bagi anak didiknya.

“Sebelum kita mengajarkan akhlak dan karakter kepada murid, gurunya harus terlebih dahulu dibekali dengan kompetensi kepribadian dan sosial yang kuat. Ini sangat penting,” ujar Bupati.

Menurutnya, tantangan pendidik saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan karakter generasi peserta didik. Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dan meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

Bupati Dian juga mengingatkan para pendidik mengenai pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) yang telah memasuki berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Perubahan tersebut, menurutnya, tidak lagi berlangsung dalam hitungan puluhan tahun, tetapi dapat terjadi dalam hitungan bulan.

“Barang siapa hari ini di dunia pendidikan tidak memahami dan mengaplikasikan artificial intelligence, akan tertinggal oleh anak-anak kita,” tegasnya.

Di tengah perkembangan teknologi tersebut, Bupati menekankan bahwa guru tetap memiliki keunggulan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan teknologi, yakni nilai-nilai kemanusiaan, keteladanan, empati dan kemampuan membangun hubungan sosial.

Karena itu, Bupati mendorong para pendidik untuk mampu memadukan penguasaan teknologi dengan kekuatan karakter. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan peserta didik melalui keteladanan dan pendekatan yang humanis.

“Teknologi boleh berkembang, tetapi harapan, humanisme dan sifat-sifat kemanusiaan tidak bisa digantikan oleh komputer. Ketika ilmu pengetahuan kita tertinggal dan karakter kita tidak kuat, lalu kita berdiri di depan kelas sebagai apa di hadapan anak-anak generasi sekarang?” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Dian menyampaikan bahwa proses transformasi pendidikan perlu dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi dan ekosistem masing-masing satuan pendidikan. Menurutnya, perubahan tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan tahapan, penyesuaian serta pengulangan agar dapat menjadi bagian dari budaya pendidikan.

Sementara itu, Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto mengatakan, perkembangan era digital dan pengaruh global telah membuat persoalan pendidikan semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut guru tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kompetensi kepribadian dan sosial.

Ia menjelaskan, Unindra sebagai perguruan tinggi di bawah naungan PGRI memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Kompetensi kepribadian dan sosial menjadi sangat penting. Bagaimana kita memengaruhi lingkungan, baik di dalam kelas maupun di masyarakat,” ujarnya.

Rektor Unindra berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan sekaligus memperkuat implementasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Unindra.

Sebelumnya, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan Ida Suprida, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti sekitar 150 peserta, terdiri atas kepala sekolah dan guru dari 32 cabang PGRI Kabupaten Kuningan. Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan kuliah umum bagi mahasiswa S2 Unindra.

Ida menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dalam empat kelas agar peserta memperoleh ruang pembelajaran yang lebih intensif, interaktif dan komunikatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama PGRI Kabupaten Kuningan dengan Unindra dan PGRI DKI Jakarta dalam meningkatkan kompetensi para pendidik.

Kegiatan turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Unindra PGRI beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, sejumlah pengurus TP PKK, DWP, dan GOW Kabupaten Kuningan, Camat Kuningan, Kepala SMPN 5 Kuningan, serta undangan lainnya.

Pembukaan pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas pendidik di Kabupaten Kuningan, sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang semakin berkarakter, komunikatif, kolaboratif dan inspiratif di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis. (IKP/DISK)

WhatsApp Image 2026 09 22 at 12.46.33 5 WhatsApp Image 2026 09 22 at 12.46.33 2 WhatsApp Image 2026 09 22 at 12.46.33 3 WhatsApp Image 2026 09 22 at 12.46.33 1 WhatsApp Image 2026 09 22 at 12.46.33 6 WhatsApp Image 2026 09 22 at 12.48.58

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru

HUKUM

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:45 WIB