Indramayu – Patrolinews86.com Panitia Uji Kompetensi (Ujikom) talenta internal telah merampungkan 41 nama ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang ditempatkan untuk mengisi 10 jabatan kosong Kepala Dinas (Kadis) di berbagai kantor badan dan dinas di Kota Mangga.
Bukan hanya itu, dari Ujikom eksternal juga sudah terdapat dua nama yang digadang-gadang menjadi kepala dinas, yakni ASN asal daerah tetangga yang selama ini bertugas di Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Informasi dari kalangan internal pejabat Indramayu mengungkapkan, dua nama kuat calon Kadis dari ASN Cirebon tersebut yakni Hilmy Rivai dan Uus Sudrajat.
Kabar yang santer beredar, Uus Sudrajat akan ditempatkan menjadi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Sedangkan Hilmy Rivai akan diposisikan sebagai Kepala BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten Indramayu.
“Khusus untuk Hilmy Rivai ini, setelah menduduki jabatan Kepala BKAD, selanjutnya dipasang sebagai Plt Sekda Indramayu. Jika kabar ini benar, maka jelas adanya dugaan transaksi jabatan dan pertanda rapuhnya manajemen talenta di Pemkab Indramayu. Percuma ada Ujikom dan akuisisi talenta,” ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan, Jumat (26/6/2026).
Menurut sumber tersebut, munculnya kabar dua sosok ASN asal Kabupaten Cirebon yang santer diposisikan pada jabatan “basah” ini memupuskan harapan putra-putri terbaik Indramayu, baik asli putra daerah maupun mereka yang telah berkarier puluhan tahun di Pemkab Indramayu dan mengikuti Ujikom talenta.
Sumber itu juga menjelaskan, Hilmy Rivai saat ini menduduki jabatan Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon dan sebelumnya sempat menjabat Sekda Kabupaten Cirebon. Sedangkan Uus Sudrajat di Pemkab Cirebon menjabat sebagai Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Cirebon.
“Ujikom dan manajemen talenta kok bisa diorder. Ini patut dibongkar sebelum tambah parah. Kami berharap APH, dalam hal ini KPK RI, bisa memantau adanya dugaan transaksi jabatan di Pemkab Indramayu. Ini (transaksional) bisa saja terjadi pada calon kepala dinas asal Indramayu yang lolos Ujikom talenta,” tegas sumber tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pada posisi ini, Bupati Indramayu Lucky Hakim perlu diselamatkan karena bisa jadi “permainan” ini hanya diperankan oleh orang-orang dekat lingkaran pendopo yang memanfaatkan jual beli jabatan, dan namanya sudah santer beredar di kalangan birokrasi Indramayu.
Berdasarkan data yang ada, sepuluh dinas dan badan yang kosong tersebut yakni Kepala BKAD, Baperinda, Dinsos, DPUPR, Disdukcapil, DPMD, Diskopdagin, Sekretaris Dewan, dan Direktur RSUD Indramayu, termasuk Sekda Indramayu.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu Muhammad Zaenal Muttaqin kepada awak media membenarkan adanya Ujikom talenta, baik untuk internal maupun eksternal ASN dari Kabupaten Cirebon. Namun, seluruh tahapan ditempuh sesuai juknis dan regulasi yang berlaku.
Terkait informasi adanya dua ASN yang mengikuti Ujikom talenta eksternal, hal tersebut dilakukan melalui surat resmi permintaan dari Pemkab Indramayu (Bupati Indramayu) yang dikirim kepada Bupati Cirebon.
Zaenal menegaskan, sebelum ditetapkan mengisi jabatan 10 kepala dinas dan badan, panitia Uji Kompetensi Talenta memberikan penilaian dan wawancara, baik kepada peserta internal maupun eksternal.
Dari penilaian tersebut terdapat 41 orang, dengan dua di antaranya merupakan ASN eksternal dari Pemkab Cirebon. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahapan Kelompok Rencana Suksesi (KRS), kemudian diajukan kepada PPK/Pejabat Pembina Kepegawaian, lalu diteruskan ke BKN untuk izin ekspos.
“Setelah BKN merekomendasikan dan seluruhnya memenuhi syarat, baru kita kukuhkan. Jadi tidak main-main dalam memilih dan menetapkan pejabat setingkat kepala dinas,” beber Zaenal.
Ditambahkan Zaenal, Ujikom talenta yang telah dilaksanakan dua bulan lalu tersebut hanya untuk mengisi 10 jabatan eselon II B atau setingkat kepala dinas, bukan Sekda. Sebab, jabatan Sekda merupakan eselon II A.
“Jadi Ujikom talenta ini tidak ada korelasinya dengan jabatan Sekda. Jika ada kabar yang sudah diposisikan untuk jabatan Sekda, itu tidak nyambung, dan saya luruskan kabar tersebut tidak benar,” tegas Zaenal. (Agus Sulist/Cho)
























