DPRD Kabupaten Indramayu Diduga Merekayasa Dana Reses Rp.9,4 Miliar Dan Proyek Aspirasi Dewan Diperjualbelikan?

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Patrolinews86.com –  Dana Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu tahun 2026 tercatat naik hingga mencapai Rp.1,5 miliar.

 

Di tahun 2025, dana untuk reses 50 anggota DPRD tercatat sekitar Rp.7,9 miliar. Namun pada tahun 2026 ini meningkat hingga Rp.9,4 miliar persisnya Rp.9.425.295.400. Padahal pemerintah pusat sedang menganjurkan efesiensi anggaran.

 

Dari hasil reses anggota dewan dan kunjungan langsung dilapangan pada konstituen di wilayah daerah pemilihan masing-masing tersebut, anggota dewan menampung keluhan masyarakat yang dikunjungi dan kemudian dicatat sebagai masukan POKIR (Pokok Pikiran) anggota DPRD Indramayu atau yang lazim dikenal sebutan proyek aspirasi dewan.

 

Sayangnya, niat tulus rakyat yang mengusulkan keluhan ke anggota dewan terkait aspirasinya itu, diduga terjadi penyimpangan yang bertentangan dengan hukum karena diduga kuat POKIR atau proyek aspirasi dewan diperjualbelikan ke kontraktor atau kerabat anggota legislatif tersebut.

 

Salah satu sumber dari salah satu media, NR (53) Warga Indramayu mengaku mendapat jatah pekerjaan proyek aspirasi dewan (POKIR) dengan cara membayar sekitar 17 persen.

 

“Kita sudah DP untuk mendapat proyek aspirasi dewan sejak Maret 2026, kita diminta bayar DP Rp.34 juta untuk proyek POKIR senilai Rp.200 juta. Jadi kalau dihitung, sekitar 17 persen,” ungkap sumber yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (3/6/2026).

 

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum jika POKIR itu diperjualbelikan. Hampir mayoritas anggota dewan yang dapat proyek aspirasi dikomersialkan.

 

Ketua Warung Nusantara 88 (WN 88) Kabupaten Indramayu, Ahmad Nur Irsyad mengaku prihatin atas munculnya dugaan jual beli proyek POKIR milik anggota dewan Indramayu.

 

“Saya juga mendengar ada kabar POKIR yang dijualbelikan. Ini sangat ironis dan menyedihkan. Niat tulus rakyat yang mengusulkan wilayahnya dibangun, namun disalahgunakan wakil rakyat (DPRD) dikomersialkan. Ini perlu diungkap publik dan diharap APH turun tangan,” jelas lelaki kritis yang akrab dipanggil Irsad.

 

Menurutnya, dana APBD tahun 2026 puluhan miliar untuk proyek aspirasi dewan dinilai menyimpang dan sudah mengarah pada tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

 

“Logikanya, jika proyek aspirasi dewan dijual, misal 15 persen, maka para pengusaha, kontraktor atau kerabatnya yang mengerjakan bisa dipastikan mengurangi volume pekerjaan, pengusaha kan cari untung? Jadi berapa persen yang dikerjakan dilapangan? Ini jelas rakyat Indramayu yang dirugikan,” tegas Irsad.

 

Irsad bertekad akan mengumpulkan bukti-bukti dugaan KKN dengan modus jual beli POKIR, selanjutnya akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditindaklanjuti di proses sesuai hukum yang berlaku.

 

Ketua Forum Peduli Indramayu, (FPI), Masdi menjelaskan, Reses adalah masa di mana anggota dewan (DPR atau DPRD) melakukan kegiatan di luar masa sidang, biasanya untuk kembali ke daerah pemilihannya (Dapil) guna bertemu langsung dengan masyarakat.

 

Tujuannya adalah untuk mendengarkan dan menampung aspirasi serta keluhan warga, yang kemudian akan diperjuangkan menjadi program pemerintah, salah satunya POKIR.

 

“Jika ini benar terjadi adanya dugaan jual beli proyek POKIR, ini sangat melukai hati rakyat khususnya masyarakat yang mendukungnya jadi anggota dewan. Niat tulus rakyat dibayar dengan pengkhianatan dan memperkaya diri sendiri. Ini sama saja memanfaatkan hasil Reses,” kritik Masdi.

 

Masdi juga menyoroti kenaikan angka dana Reses menjadi Rp.9,4 miliar dari tahun sebelumnya Rp.7,9 miliar dalam posisi adanya himbauan efesiensi anggaran, menyedihkan,” kata Masdi.

 

Menurutnya, besarnya dana Reses ini perlu didalami karena tidak sebanding dengan acara yang diadakan. Untuk apa saja anggaran itu digunakan, karena praktik dilapangan, Reses anggota dewan tersebut acaranya biasa-biasa saja hanya dihadiri puluhan masyarakat, bahkan ada yang digelar cukup di teras rumah pendukungnya dulu yang tidak membutuhkan biaya besar.

 

“Jangan sampai dana Reses ini disalahgunakan yang berpotensi pada tindakan korupsi. Kami mencium ada dugaan rekayasa pada penggunaan dana Reses,” ujar Masdi kritis.

 

Wakil Ketua DPRD Indramayu, H. Sirojudin yang dikonfirmasi wartawan, Rabu malam (3/6/2026) pukul 21.18 belum merespon. Awak media ini yang menghubungi lewat pesan WhatsApp terkait dugaan rekayasa dana Reses dan dugaan jual beli POKIR tidak dijawab alias bungkam.  (Agus Sulist)

IMG 20260604 WA0004

Berita Terkait

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu
Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Camat Darangdan Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Peningkatan Pelayanan
Revitalisasi Sekolah di Cirebon Banyak Masalah hingga dugaan pemotongan 20% , ARM Desak APH Usut Tuntas
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati

Berita Terbaru