Oleh : Gregorius Cristison Bertholomeus, S.H.,M.H
Hari Ibu selalu menjadi momen yang penuh makna untuk setiap anak, sebuah kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan hidup dan merenungkan kedalaman kasih yang diberikan sang ibu.
Pada hari ini senin, 22 Desember 2025, ketika kita merayakan hari ini, kita tidak hanya merayakan seseorang yang melahirkan, tetapi juga sosok yang menjadi pijakan, pelindung, dan sumber semangat sepanjang hidup.
Kata bijak yang mengatakan “surga di telapak kakinya ibu” bukan sekadar ucapan kosong, itu adalah kenyataan yang terasa setiap kali kita merasa tersesat atau butuh dukungan.
Di hari yang spesial ini, mari kita gali lebih dalam makna kasih ibu yang abadi dan bagaimana ia membentuk diri kita menjadi apa kita saat ini.
Di hari Ibu, Senin 22 Desember 2025 merupakan Momen Mengenang Kasih Tak Terbatas.
Pada hari senin yang penuh aktivitas ini, banyak dari kita mungkin masih terjebak dalam rutinitas kerja, kuliah, atau urusan sehari-hari.
Namun, hari Ibu 22 Desember 2025 membawa pesan yang tak bisa diabaikan: bahwa kasih ibu tidak pernah terikat oleh waktu atau tempat.
Sejak kita masih bayi, ibu adalah yang pertama menyentuh kita, menyayangi kita tanpa syarat, dan berkorban tanpa pernah menghitung.
Ia bangun pagi untuk menyiapkan makanan, tidur larut malam untuk menjaga kita saat sakit, dan selalu ada di samping kita meskipun dunia terasa sebaliknya.
Kata bijak “surga di telapak kakinya ibu” menjadi cerminan bagaimana kehadiran ibu bisa membuat dunia terasa seperti surga, bahkan dalam keadaan terburuk.
Sesusah apapun seorang anak menghadapi masalah, entah itu kesulitan di sekolah, kesusahan di tempat kerja, atau perjuangan pribadi, ayah dan ibu selalu ada untuk menjaganya, memberikan pelukan yang hangat dan nasihat yang berharga.
Mereka tidak pernah lelah mendengar keluhan, tidak pernah bosan memberikan dukungan, dan selalu percaya pada potensi kita meskipun kita sendiri tidak percaya.
Berkat ibu, kita bisa jadi seperti ini hari ini.
Ia adalah yang mengajarkan kita pertama kali tentang cinta, kebenaran, dan tanggung jawab.
Ia mengajarkan kita bagaimana berdiri tegak setelah gagal, bagaimana bersyukur atas yang ada, dan bagaimana mencintai orang lain dengan tulus.
Setiap langkah yang kita ambil, setiap prestasi yang kita raih, tidak pernah terlepas dari doa dan usaha ibu yang selalu mengiringi kita.
Di hari Ibu 22 Desember 2025, mari kita akui bahwa segala yang kita miliki sekarang adalah hadiah dari kasih ibu yang tak terkira.
Hari Ibu 22 Desember 2025 adalah momen yang berharga untuk mengucapkan terima kasih kepada sang ibu : Maria Nona Vin Teja, sosok yang telah memberikan segalanya tanpa meminta apa-apa kembali.
Kata bijak “surga di telapak kakinya ibu” akan selalu hidup dalam hati setiap kami anak, sebagai pengingat akan kebaikan dan kasih yang abadi.
Sesusah apapun hidup, kita tahu bahwa ayah dan ibu selalu ada untuk kita, dan berkat mereka, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik hari ini.
Akhir kata dari saya penulis, ialah : “Kasih ibu adalah cahaya yang tidak pernah padam, bahkan di kegelapan paling dalam, ia akan selalu menerangi jalan kita menuju surga yang kita cari, tepat di telapak kakinya yang selalu menopang kita.”
Terima Kasih Ayah : Lorensius Bertholomeus, dan Ibu : Maria Nona Vin Teja.
Sehat selalu dalam lindungan Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan Memberkati🙏🏻.
























