Polri akan melakukan studi komparatif ke Inggris pada Januari untuk mempelajari penanganan demonstrasi berbasis standar HAM.

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Patrolinews86.com-
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyebut Inggris memiliki pendekatan modern dan terstruktur dengan code of conduct yang rinci sehingga dinilai relevan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri terhadap pengunjuk rasa.

Studi ini akan mencakup lima tahap pengendalian massa di Inggris—mulai dari analisis awal hingga konsolidasi pascakejadian—berikut batasan tindakan petugas pada setiap tahap.

Selain belajar dari Inggris, Polri juga melibatkan akademisi, pakar, dan organisasi masyarakat sipil agar model baru lebih inklusif dan demokratis, termasuk penilaian psikologis dan kemampuan evaluatif komandan di lapangan.

Sebagai bagian reformasi internal, Polri menyederhanakan sistem pengendalian massa dari 38 tahap menjadi lima fase utama, diselaraskan dengan aturan penggunaan kekuatan pada Perkap No. 1/2009 dan standar HAM pada Perkap No. 8/2009.

Pembaruan ini ditekankan harus berbasis riset, data, dan praktik terbaik negara maju, dengan evaluasi berkelanjutan sebagai prinsip akuntabilitas.

 

Polri berencana pergi ke Inggris untuk mempelajari cara penanganan demonstrasi yang dinilai lebih sesuai dengan standar hak asasi manusia.

Wakapolri Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Inggris memiliki pendekatan modern, terstruktur, dan berbasis HAM. Code of Conduct di negara tersebut menjelaskan secara jelas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada para pengunjuk rasa.

Studi komparatif ini akan dilakukan pada Januari 2026. Inggris dipilih karena memiliki kode etik pengendalian massa yang dianggap efektif, transparan, dan akuntabel.

Dalam studi tersebut, Polri akan mempelajari kode etik Inggris yang membagi pengendalian massa ke dalam lima tahap, yaitu analisis awal, penilaian risiko, langkah pencegahan, tindakan lapangan, dan konsolidasi setelah kejadian.
Fifi

Berita Terkait

Operasi patuh 2026 Dimulai polri ajak Masyarakat jadikan keselamatan sebagai kebiasaan.
HUT ke-75 Humas Polri, Kapolres Cirebon Kota Tekankan Pentingnya “Jembatan Emas” di Era Digital
Kapolres Kuningan Turun Langsung Bantu Korban Puting Beliung di Mekarsari
Wujud Polri Bersama Masyarakat, Kapolda Kalteng Gelar Polisi Peduli Pengangguran di Pangkalan Bun
Kapolres Tulang Bawang Barat Gelar Podcast, Bahas Kamtibmas dan Kedaulatan Pangan
Pererat Silaturahmi Lewat Sholat Subuh, Kapolres Ajak Warga Bersinergi Jaga Keamanan Lingkungan
Ciptakan Sekolah Ramah Anak, Polres Pekalongan Kota Gencarkan Edukasi Anti-Bullying melalui Police Goes to School 
Patroli Operasi Patuh Candi, Satlantas Pekalongan Ingatkan Sopir Truk soal Keselamatan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Operasi patuh 2026 Dimulai polri ajak Masyarakat jadikan keselamatan sebagai kebiasaan.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:48 WIB

HUT ke-75 Humas Polri, Kapolres Cirebon Kota Tekankan Pentingnya “Jembatan Emas” di Era Digital

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Kapolres Kuningan Turun Langsung Bantu Korban Puting Beliung di Mekarsari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Wujud Polri Bersama Masyarakat, Kapolda Kalteng Gelar Polisi Peduli Pengangguran di Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Kapolres Tulang Bawang Barat Gelar Podcast, Bahas Kamtibmas dan Kedaulatan Pangan

Berita Terbaru