CIREBON – Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) yang di ketuai oleh Furqon Mujahid yang di sapa bang jahid menyoroti kondisi memprihatinkan Jembatan Gantung Babakan Losari Lor, penghubung antarprovinsi Jawa Barat–Jawa Tengah, yang telah mengalami amblas meskipun dibangun dengan anggaran sebesar Rp 13,8 miliar.

Jembatan tersebut sebelumnya pernah ditinjau langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, pada Agustus 2025. Namun, hanya beberapa bulan setelah kunjungan tersebut, kondisi jembatan sudah memperlihatkan kerusakan serius yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Menurut ketua umum Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid, ambruknya jembatan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas konstruksi, pengawasan proyek, dan penggunaan anggaran negara. “Anggaran sebesar Rp 13,8 miliar seharusnya menghasilkan infrastruktur yang aman dan layak pakai. Faktanya, sekarang jembatan ini dalam kondisi amblas dan memprihatinkan,” ujar Furqon

ARM mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk segera melakukan investigasi mendalam terhadap proyek ini. ARM juga meminta agar pihak terkait bertanggung jawab, termasuk pihak kontraktor dan pengawas proyek, agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Tidak ada toleransi bagi proyek infrastruktur yang membahayakan nyawa rakyat,” tegas ARM.
ARM menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga pihak berwenang mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan dan memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran.

( H. Sutejo)
























