Ketika amanah dikalahkan oleh nafsu jabatan

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika amanah dikalahkan oleh nafsu jabatan,  hal ini dapat menyebabkan kehancuran moral dan rusaknya tatanan sosial.
Sebuah jabatan ketika kita diamanatkan, terkadang ada yang dipandang sebagai anugerah ada juga yang menganggap itu musibah, tergantung pada cara seseorang menjalaninya.
Jabatan dianggap anugerah ketika dijalankan dengan penuh amanah, tanggung jawab, dan rasa syukur, sementara bisa menjadi musibah jika disalahgunakan, tidak dijalankan dengan baik, atau menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain.
Jabatan sebagai anugerah memiliki rasa dan tanggung jawab menjalankan tugas dengan penuh amanah dan dedikasi. 
Merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan dan menggunakannya untuk kebaikan. Menerima dan menunaikan amanah dengan benar, tanpa menyalahgunakan kekuasaan. 
Tetapi ada juga yang menganggap jabatan sebagai musibah, karena dia takut menggunakan jabatan untuk keuntungan pribadi atau niat balas dendam atau untuk kepentingan atasan yang dituntut untuk berkontribusi dan menyalahgunakan wewenang demi balas Budi.
Ketidak mampuan, menjalankan tugas dengan tidak sungguh-sungguh, karena terlalu lemah untuk menunaikan amanah dengan baik. Jika itu terjadi
sungguh nantinya berdampak, menimbulkan berbagai dampak negatif pada diri sendiri dan orang lain, seperti motivasi yang salah. Apalagi kalau sudah  hilangnya rasa takut  dan bersalah karena tuntutan untuk hidup mewah.
Untuk itu janganlah amanah dikalahkan oleh napsu jabatan, karena ujungnya kepercayaan publik akan hilang dan masyarakat akan merasa dikhianati dan tidak lagi percaya kepada pemimpin atau pejabat yang tidak amanah. Rusaknya sistem pemerintahan, Korupsi, kolusi, dan nepotisme akan merajalela, mengikis fondasi tata kelola yang baik, tanpa integritas sebuah masyarakat atau bangsa akan menjadi rapuh dan kehilangan kehormatan. Lingkungan kerja atau sosial menjadi tidak sehat akibat perilaku curang dan tidak bertanggung jawab.

Seperti dalam  ajaran Islam, pengkhianatan terhadap amanah adalah pelanggaran berat yang akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat dan diancam dengan hukuman berat.

Seperti korupsi, Penggunaan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok, alih-alih melayani masyarakat. Dana publik yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat justru masuk ke kantong pribadi.

Atau Nepotisme, menempatkan kerabat atau orang terdekat pada posisi strategis, meskipun mereka tidak memiliki kualifikasi yang memadai. Hal ini mengakibatkan inkompetensi dan merusak meritokrasi. Apalagi kalau ada pemimpin yang ingkar janji, para pemimpin yang sering mengabaikan janji-janji kampanye mereka setelah terpilih. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan mereka bukan untuk memenuhi janji, melainkan hanya untuk meraih kekuasaan. Dan penyalahgunaan kekuasaan  Contohnya adalah pejabat yang menggunakan jabatannya untuk menekan atau mengintimidasi lawan politik demi melanggengkan kekuasaannya. 

Disinilah pentingnya  penguatan i integritas pribadi,  Setiap individu perlu membangun prinsip moral yang kuat agar tidak mudah goyah oleh godaan nafsu. Dalam perspektif keagamaan, berdoa dan bersabar dapat menjadi benteng untuk menghadapi godaan jabatan.

Disanalah pentingnya masyarakat yang harus aktif mengawasi dan menyuarakan kebenaran ketika melihat ketidakadilan atau penyelewengan kekuasaan.

Serta memastikan  adanya sistem hukum yang tegas dan tidak pandang bulu untuk menghukum para pejabat yang terbukti tidak amanah.

Serta bisa mengajak kepada mereka yang tidak amanah kepada jalan yang lurus jangan sampai amanah dikalahkan dengan napsu jabatan, karena  Rasulullah SAW mengajarkan bahwa suatu urusan harus diserahkan kepada ahlinya. Ketika amanah diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran. ***

Dirangkum oleh Abah dodoy

 

Berita Terkait

Majalengka Kembali Berprestasi, Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Teraktif dari OJK
Pelantikan Enam Camat dan Mutasi Pejabat Diduga Ada Indikasi Titipan dan Transaksional
Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu
Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Majalengka Kembali Berprestasi, Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Teraktif dari OJK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Pelantikan Enam Camat dan Mutasi Pejabat Diduga Ada Indikasi Titipan dan Transaksional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Berita Terbaru