Kuningan patrolinews86.com – Anggaran bantuan Revitalisasi pembangunan SD Negeri Ciberem Kec.Cilimus Kab.Kuningan perlu disikapi aparat penegak hukum karena perbaikan rehab sekolah tersebut kuat dugaan asal asalan dan tidak mengedepankan kualitas kekuatan bangunan.
Contoh terlihat dilapangan dengan jumlah Rp.934 juta rupiah kegiatan revitalisasi yang terlihat hanya diganti itu adalah atap memakai kayu namun kuda kudanya memakai kayu ukuran kecil yang terlihat kayu lokal bukan kayu rawa ditambah dengan pemasangan PPC serta pengeramikan lantai dan beberapa kusen yang mau diganti seperti terlihat dilapangan.
Bahkan menurut beberapa sumber dilapangan kegiatan diberhentikan sudah seminggu tidak ada kegiatan diliburkan dulu alias mandeg dan melihat kayu kuda kuda dengan memakai kayu kecil serta kayu tak berkualitas dikhawatirkan akan berdampak kepada kekuatan bangunan yang hanya memiliki kekuatan beberapa tahun saja, ketika dilihat yang sudah terpasang nampak PPC yang dipasang terlihat bagus dan elegan tetapi kalau dilihat kuantitas atau kualitas kita khawatir tidak memiliki kekuatan daya tahan lama.
Terlihat pemasangan kuda kuda memakai kayu lokal dan kecil serta kayu masah
Untuk itu mumpung masih kegiatan berjalan hendaknya pihak pihak yang berkompeten bisa amanah dan melihat perbaikan yang berada di SDN Ciberem Kec Cilimus Kab Kuningan ,apakah itu bisa dianggap layak atau memang menyalahi aturan .Karena yang jelas anggaran sebesar itu semestinya bisa membangun bagus dan maksimal apalagi ini perbaikan tentu bisa maksimal dalam kegiatan .
Melihat fenomena seperti itu tentu kita menjadi miris ,apakah kegiatan asal asalan ini akan dibiarkan atau kita sikapi bersama demi kemajuan dunia pendidikan terutama dalam bagusnya sarana prasarana sekolah, entah lah yang jelas ini perlu kita sikapi bersama jangan sampai niat pemerintah melaksanakan pembangunan swakelola dengan tujuan skala prioritas tepat guna dan tepat sasaran serta mengedepankan sipat gotong royong di masyarakat malah ternoda oleh segelintir oknum yang mengakibatkan adanya kerugian negara yang mengarah pada KKN ( kolusi korupsi dan nepotisme).

Namun sayang hingga berita ini dilansir baik kepala sekolah yang Bernama Emih Sumihat Purnamasari SPd serta P2SP Panitia pembangunan sekolah sedang tidak ada di tempat .hingga adanya dugaan perbaikan sekolah asal asalan tidak bisa dipinta komentarnya, apakah itu sudah sesuai dengan RAB atau belum . Tetapi kalau memang itu udah sesuai RAB ( rencana anggaran biaya) sebaiknya pihak APH ataupun dinas yang lebih berkompeten turun tangan karena dilapangan diduga kuat pembangunan asal jadi.

Disini terlihat pemasangan rangka atap juga tambal sulam sebagian baja ringan dan sebagian lagi memakai kayu lokal
Lip ds
























