Indramayu – Patrolinews86.com – Tuntutan masyarakat dari dua desa Jangga dan Puntang terkait kondisi tanggul Surna-cipanas yang hampir jebol biasanya berfokus pada keselamatan warga, masyarakat dari 2 desa menuntut perbaikan infrastruktur secara cepat, atau realisasi janji Bbws.minggu(20/9/26) Ketika infrastruktur krusial seperti tanggul Kali Surna-Cipanas atau pembatas wilayah mengalami kerusakan kritis, tindakan darurat Harus segera dilakukan demi menghindari kejadian serupa pada tahun 2021 berupa banjir dikarenakan salah satu tanggul aliran Sungai Cipanas yang Jebol di musim penghujan. Dampaknya dapat merendam pemukiman, Pertanian serta Perikanan Warga menuntut realisasi pembangunan atau penguatan infrastruktur secara permanen agar memiliki daya tahan yang baik dalam jangka panjang, terutama jika proyek sebelumnya dinilai berkualitas rendah.
Normalisasi Sungai: Pengerukan lumpur (sedimentasi) di sekitar aliran air agar kapasitas tampung sungai meningkat dan mengurangi tekanan langsung pada dinding tanggul. Tokoh Desa Puntang H.Warno menyampaikan “Kami memohon kepada Gubernur Jawa Barat Bpk Dedi Mulyadi dan Bupati Indramayu Bpk Lucky Hakim, mengingat kondisi tanggul kali blok Surna-cipanas yang saat ini memprihatinkan kondisi tanggul yang sudah retak parah, Lanjut H.Warno kami sudah berupaya dari bulan April sampe sekarang belum ada tindak lanjutnya entah dari pihak terkait maupun dari pemerintah daerah kata H. Warno Sesepuh masyarakat desa puntang H.warum, membenarkan Sekarang ini kondisi tanggul kali blok Surna-cipanas saat ini memprihatinkan karena ada keretakan yang parah mengingat musim hujan udah mendekati, yang kami khawatirkan terjadinya banjir seperti di tahun 2001 kami memohon kepada pihak terkait segera menindak lanjuti tuntutan kami.pungkasnya (Agus Sulist/Red)
























