Bandung patrolinews86.com — SMAN 1 Padalarang konsisten menghadirkan inovasi pendidikan karakter melalui Munaqosah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an.
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan infak umrah yang membiasakan siswa menyisihkan uang secara rutin untuk membantu mewujudkan keberangkatan umrah bagi siswa dan guru/tenaga kependidikan di sekolah.
Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina mengatakan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meniatkan sedekah, tetapi juga membangun kebiasaan baik dalam diri siswa.
“Ini bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak dibiasakan disiplin, bertanggung jawab, dan bergotong royong melalui infak,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (10/9/2026).
Melalui program tersebut, siswa menyisihkan Rp500 setiap hari selama empat hari dalam sepekan. Dengan demikian, setiap siswa mengumpulkan Rp2.000 per pekan secara sukarela.
Menurutnya, kebiasaan tersebut telah berjalan secara konsisten dan mendapat dukungan dari warga sekolah.
“Yang paling penting bukan hanya inovasinya, tetapi konsistensinya. Ini membutuhkan gotong royong dan komitmen yang tinggi dari manajemen, guru, wali kelas, dan anak-anak,” katanya.
Pada tahun ini, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp63 juta. Jumlah tersebut memungkinkan sekolah memberangkatkan dua orang dengan biaya yang mencakup kebutuhan perjalanan umrah, termasuk transportasi menuju bandara, paspor, vaksinasi, dan uang saku.
Penerima beasiswa siswa ditentukan melalui tahapan seleksi untuk menguji kelancaran dan kekuatan hafalan serta kemampuan tajwid tanpa menggunakan Al-Qur’an.
Lina menjelaskan, program tersebut sekaligus mendorong siswa untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’an. Tahun depan, sekolah menargetkan pengumpulan dana sekitar Rp90 juta agar dapat memberangkatkan tiga orang, yakni dua siswa dan satu guru atau tenaga kependidikan.
Program infak umrah juga diarahkan untuk menanamkan kepedulian sosial. Lina berharap kebiasaan menyisihkan sebagian rezeki dapat menjadi karakter yang melekat pada siswa.
“Anak-anak belajar berbagi, belajar empati, dan peduli kepada orang lain. Ini yang ingin kita bangun melalui program tersebut,” katanya.
Adapun siswa yang berhak berangkat umrah setelah menjadi yang terbaik pada munaqosah tahun ini adalah As Syakira Pratama. Sedangkan pihak guru diraih oleh Rizki Riyanti, guru biologi.
Munaqosah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an tahun ini digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke-59 SMAN 1 Padalarang. Peringatan tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk tablig akbar dan penampilan grup musik nasional.
Lina mengatakan, rangkaian Dies Natalis menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga sekolah, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program CSR.
“Kegiatan Dies Natalis tidak ada pungutan sepeser pun. Ini terlaksana murni karena usaha para panitia dari siswa yang berhasil bekerja sama dengan sponsor,” pungkasnya.***
Sumber : Humas Disdik jabar
























