CIAMIS – 13 Agustus 2026 Patrolinews86 — Pembinaan sepak bola usia dini menjadi kunci utama dalam melahirkan pesepak bola profesional di masa depan.
Komitmen mendalam inilah yang ditunjukkan oleh Yanyan Sopyan, pelatih kepala Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Dengan ketekunan dan disiplin tinggi, ia mendedikasikan waktunya untuk menyaring dan mengasah bakat-bakat lokal sejak usia dini hingga remaja.
Konsisten Mengasuh Lintas Generasi UsiaDi lapangan hijau, Yanyan Sopyan tidak hanya berperan sebagai pengatur taktik, tetapi juga sebagai mentor dan figur ayah bagi para anak asuhnya.
Proses pembinaan yang ia pimpin di SSB Putra Cipaku mencakup program yang sangat terstruktur:Usia Dini (U-9 hingga U-12).
Fokus pada pengenalan sepak bola yang menyenangkan (fun football), penguasaan teknik dasar serta pembentukan karakter dasar anak.
Usia Remaja (U-13 hingga U-17) fokus bergeser pada pemahaman taktik bermain, peningkatan fisik, mental bertanding, dan persiapan transisi menuju kompetisi yang lebih kompetitif.
“Melatih anak usia dini membutuhkan kesabaran ekstra. Kita tidak bisa langsung menuntut mereka juara.
Yang paling utama adalah mereka mencintai sepak bola dulu, punya disiplin, baru kita bentuk kemampuan teknisnya saat mereka menginjak usia remaja,” ujar Yanyan saat ditemui di sela-sela sesi latihan.
Kehadiran Yanyan Sopyan bersama SSB Putra Cipaku menjadi angin segar sekaligus solusi nyata.
Ia aktif memantau talenta-talenta tersembunyi di pelosok Cipaku dan wilayah Ciamis lainnya.
Misi utamanya sangat jelas memastikan tidak ada bibit unggul daerah yang terbuang sia-sia karena kurangnya fasilitas pelatihan yang berkualitas.
Cita-Cita besar dan harapan ke depan, saat ditanya mengenai target jangka panjangnya.
Yanyan Sopyan mengungkapkan impian besarnya didunia persepakbolaan secara serius dan harus terus semangat berlatih, ujarnya”
Meloloskan Pemain ke Liga Profesional dan menyalurkan produk asli SSB Putra Cipaku ke klub-klub besar Liga Indonesia, khususnya memperkuat tim kebanggaan warga lokal, PSGC Ciamis.
Berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pegiat sepak bola grassroot dengan pemerintah daerah serta Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Ciamis guna meningkatkan mutu lapangan dan sarana latihan.
“Cita-cita saya sederhana namun butuh kerja keras. Saya ingin melihat anak-anak dari Cipaku ini suatu saat nanti bisa membela klub profesional.
Itu akan menjadi bayaran tertinggi bagi lelah kami di lapangan,” pungkas Yanyan dengan penuh optimisme. HERDI RERE














