Indramayu – Patrolinews86.com Komitmen memperkuat mutu pendidikan terus digencarkan H. Dedi Wahidi, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKB. Hal itu dibuktikan dengan dibukanya Workshop Menulis Buku Ajar bagi dosen dan guru di lingkungan Lembaga Pendidikan Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan
Kegiatan berlangsung pada Jum’at, 07 Agustus 2026 bertempat di Gedung Seni dan Budaya Kampus Hijau Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, Karangampel, Indramayu.
Workshop kali ini menghadirkan 3 narasumber kompeten :
1. Dr. Agus Sunarya Sulaeman, SST., Ak.,M.Si., CPMA., CGAA., CGAE., CC.Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
2. Dr. Tobroni,M.Pd Rektor Universitas Darul Ma’arif Indramayu
3. Dr. H. Masduki Duryat, M.Pd.I – Ketua STIT Al-Amin Kandanghaur
Dan dihadiri ratusan Dosen UDM Kaplongan dan Guru dilingkungan Lembaga Pendidikan Yayasan Darul Ma’arif NU Kaplongan Karangampel Indramayu.
Kegiatan diikuti ratusan dosen dan guru dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi di lingkungan Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan.
Dalam sambutannya, H. Dedi Wahidi menegaskan pentingnya pendidik memiliki karya intelektual.
“Guru dan dosen tidak cukup hanya mengajar. Harus ada karya berupa buku ajar. Dengan begitu kita ikut mencerdaskan bangsa dan meninggalkan warisan ilmu,” ujarnya.
Beliau juga mendorong implementasi OBE / Outcome Based Education dan Merdeka Belajar dalam setiap penyusunan bahan ajar agar luaran pendidikan lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan zaman, pungkasnya.
Sementara itu, Dr. Agus Sunarya,menekankan aspek sistematis dan tata kelola penulisan, dan menyoroti satu naskah, sejuta manfaat: menghidupkan bahan ajar dan hasil riset menjadi buku bacaan yang menarik dan mudah dimengerti, ujarnya.
Kemudian Dr. Tobroni M.Pd , dalam Workshop Menulis Buku Ajar ini ia seluruh dosen Universitas Darul Ma’arif Kaplongan Indramayu untuk menjadikan budaya menulis sebagai nafas kehidupan akademik kita.
Kemudian menulis bukan sekedar memenuhi kewajiban belaka, menulis adalah ibadah intelektual, menulis adalah investasi peradaban, menulis adalah bagian yang akan terus hidup terus meskipun penulisnya sudah tiada, tuturnya.
Dr. H. Masduki Duryat, M.Pd.I, memberikan teknik praktis penulisan buku ajar yang siap terbit. Workshop Menulis Buku Ajar ini dimaksudkan agar setiap dosen bisa menulis bahan ajar ditiap mata kuliah mereka masing-masing, disamping sebagai sumber perkuliahan dalam pembelajaran ini juga akan berdampak pada persoalan akreditasi Kampus.
Hal ini tentunya akan memudahkan mahasiswa ketika dalam proses pembelajaran, ini hal yang penting tanpa pelatihan juga ini merupakan tugas yang inkluid dan merupakan tugas pokok seorang dosen.
Lebih lanjut dikatakan Dr.H Masduki Duriat, penyusunan buku ajar bagi dosen ini sebenarnya sesuatu yang mudah sepanjang dosen itu mempunyai kemauan untuk menulis karena penulisan bahan ajar ini berdasarkan pada RPS yang digunakan pada saat pembelajaran, jelasnya.(Agus Sulist/Kml)

























