Cirebon – Terkait berita piral tentang adanya pengaspalan kantor FKKC ( Perum komunikasi kuwu Cirebon ) yang diduga bagai proyek siluman karena disana selain tidak tau siapa pelaksananya dan berapa anggarannya juga disana sama sekali tidak ada plang proyek dalam kegiatannya, bahkan beberapa kepala desa termasuk ketua FKKC Cirebon yang bernama Muali juga sama mempertanyakan kegiatan pengaspalan tersebut karena selain tidak adanya komunikasi dari pihak pelaksana juga dirinya tidak dikasih tembusan dari pihak manapun termasuk dinas terkait Tau – tau ada kegiatan pengaspalan di halaman kantor FKKC Kab.Cirebon yang sudah tentu menjadi sebuah pertanyaan.
Dari piral nya berita tersebut akhirnya ada yang memberikan informasi kepada awak media ini bahwa kabarnya kegiatan proyek tersebut dilaksanakan oleh CV ALDZAF dengan jumlah anggaran Rp.298.600.000. Namun disana tidak tidak jelas alamat dan konsultan nya sehingga kegiatan proyek diduga jauh dari transparan .padahal sebuah kegiatan proyek sangat wajib transparan Papan proyek (papan nama proyek) wajib mencantumkan informasi dasar untuk menjamin transparansi publik. Secara umum, rincian yang wajib tertera meliputi nama dan lokasi proyek, nilai dan nomor kontrak, sumber dana, jadwal pelaksanaan, serta identitas pelaksana dan pengawas.
Bahkan menurut sumber dilapangan, yang lebih aneh lagi pembuatan plang proyek juga seperti asal jadi sehingga nampak terlihat dilapangan baru juga plang dipasang sudah dicabut kembali seperti enggan diketahui publik dalam kegiatan anggaran tersebut. Sebuah kesalahan dalam tulisan plang proyek juga terlihat nampak jelas entah faktor disengaja atau apa, disana tertulis dengan tulisan yang membingungkan publik sehingga menjadi pertanyaan ada apa dengan kegiatan proyek tersebut..? Benarkah banyak permainan sehingga kegiatan prosedur proyek asal jadi dan kegiatan proyek dipertanyakan dilapangan..? Entahlah, yang jelas baik Pak ketua FKKC Kab.Cirebon yang bernama Muali ataupun pengurus lainya hingga beres kegiatan pengaspalan kabarnya tidak ada tembusan baik dari dinas terkait ataupun dari pelaksana kegiatan .
Sehingga muncul dugaan ada aroma kurang sedap dalam kegiatan pengaspalan tersebut.ditambah lagi hingga saat ini pihak pemborongnya masih simpang siur dan dipertanyakan legalitasnya, bahkan ada tersiar kabar bahwa CV ini berada alamat di daerah talun dengan direktur utama kabarnya bernama as tetapi ada juga yang mengatakan bahwa pelaksana berasal dari daerah kecamatan gunung jati.
Beberapa pejabat dinas PU Binamarga pun sempat berbincang bincang dilapangan dengan tim patroli saat melihat hasil dari pada kegiatan pengaspalan dimaksud tetapi mereka tidak mengatakan siapa pelaksananya dan berapa anggarannya, dirinya ketika ditanya hanya menjawab bahwa ini proyek dari dinas Pekerjaan umum Binamarga bukan dari perum FKKC.
Sementara hingga berita ini dilansir pihak pelaksana pemenang tender masih gelap dan simpang siur siapa pelaksana dan pemenangnya , sehingga berbagai permasalahan kegiatan pengaspalan dilapangan belum bisa dimintai keterangan dan maksudnya apa plang proyek dibikin keterangan yang membingungkan seperti ada permainan.

Tim
























