Brebes Siaga Kemarau! Ancaman Kekeringan dan Karhutla Diantisipasi Sejak Dini

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes, Patrolinews86.Com .

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kebencanaan menghadapi musim kemarau sebagai langkah proaktif dalam mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Aula Lantai 6 KPT Brebes, Kamis (30/4/2026).

 

Rakor melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari TNI, Polri, Perhutani hingga organisasi relawan. Dalam rakor tersebut ditegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, melainkan kerja bersama lintas sektor.

 

Bupati Brebes melalui Sekda Brebes Dr Tahroni MPd dalam sambutannya menyampaikan, kebencanaan harus dihadapi secara bersama-sama dengan pendekatan mitigasi yang kuat.

 

“Kebencanaan harus kita hadapi bersama. Pemerintah harus mampu melakukan mitigasi dan mengetahui sejak dini informasi kebencanaan,” ungkapnya.

 

Ia juga menekankan nilai kemanusiaan dalam penanganan bencana.

 

“Teman-teman BPBD ini setiap hari menolong orang, ini kerja yang sangat mulia,” katanya.

 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Brebes Budhi Darmawan, menegaskan bahwa kondisi Gunung Slamet saat ini masih aman dan terkendali.

 

“Gunung Slamet itu sebetulnya tidak seheboh yang di media sosial. Kami punya data setiap detik pergerakannya dan itu masih aman,” ujarnya.

 

Budhi Darmawan juga menambahkan pentingnya kesiapsiagaan anggaran di tingkat daerah.

 

“Bencana itu bukan cuma tugas BPBD saja. Perlu dukungan semua pihak, termasuk kesiapan anggaran tanggap darurat di kecamatan dan desa,” tambahnya.

 

Sementara itu, Prakirawan BMKG Tegal Khanifan Setiawan menjelaskan, pola musim saat ini sudah tidak bisa diprediksi seperti dulu karena pengaruh faktor global.

 

“Dulu musim kemarau bisa diperkirakan dengan pola tetap, tapi sekarang tidak bisa lagi jadi patokan karena adanya perubahan iklim global,” jelasnya.

 

Khanifan Setiawan memprediksi awal musim kemarau di Brebes dimulai Mei 2026 dengan puncak pada Agustus. Curah hujan pada periode Mei hingga Juli diperkirakan berada di bawah normal.

 

Lebih lanjut, Dia juga menyinggung potensi fenomena El Nino.

 

“El Nino bisa menyebabkan berkurangnya curah hujan. Bahkan jika kuat seperti yang disebut ‘El Nino Godzilla’, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kekeringan hingga krisis pangan,” paparnya.

 

Berdasarkan data BPBD, potensi kekeringan di Kabupaten Brebes tahun 2026 berada pada kategori rendah hingga sedang dengan luas potensi bahaya mencapai 175.904,57 hektare. Selain itu, terdapat 10 kecamatan yang berpotensi mengalami karhutla, terdiri dari 5 kecamatan kategori tinggi dan 5 kategori sedang.

 

Menghadapi hal tersebut, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Wibowo Budi Santoso menyampaikan, berbagai langkah strategis telah disiapkan.

 

“Kami sudah menyiapkan rencana operasi, mulai dari pendataan wilayah rawan, sosialisasi, hingga dropping air bersih ke masyarakat terdampak,” ujarnya.

 

Dari sisi kesiapan, berbagai unsur telah disiagakan, termasuk personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan. Peralatan penanganan bencana seperti truk tangki, mobil damkar, hingga pompa pemadam juga telah dipersiapkan. PDAM pun siap mendukung distribusi air bersih melalui koordinasi satu pintu BPBD.

 

Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti lokasi sumber air yang jauh dan keterbatasan tampungan air di desa.

 

“Ini yang menjadi tantangan kita bersama, sehingga koordinasi lintas sektor sangat penting,” pungkasnya.

 

Melalui rakor ini, seluruh OPD diminta memiliki rencana operasi masing-masing agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, guna meminimalisir dampak musim kemarau 2026 di Kabupaten Brebes.

IMG 20260501 WA0009

 

 

Susmiati

Berita Terkait

Majalengka Kembali Berprestasi, Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Teraktif dari OJK
Pelantikan Enam Camat dan Mutasi Pejabat Diduga Ada Indikasi Titipan dan Transaksional
Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu
Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi
Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik
U.Kusmana,  Sekda Kuningan Ajak Guru Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan
Bupati Indramayu Lucky Hakim Pelayanan Publik Berjalan Seperti Biasa Insya Allah Aman & lancar Pasca Wabup Diamankan Kejati
Kemenkes Targetkan Renovasi 10 Rebu Puskesmas Rampung 2029-2030
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Majalengka Kembali Berprestasi, Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Teraktif dari OJK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Pelantikan Enam Camat dan Mutasi Pejabat Diduga Ada Indikasi Titipan dan Transaksional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Lucky Hakim Secara Langsung Lantik 37 ASN Dan Enam Camat di Ruang Ki Tinggil Pemda Indramayu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Pencurian Padi Terjadi Di Desa Cempeh Kecamatan Lelea Indramayu Yang Siap Panen Seluas 7.000 Meter Persegi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Bupati Bandung Ingatkan Aparatur Harus Menunjukkan Integritas, Profesional, dan Jaga Kepercayaan Publik

Berita Terbaru