EID MUBAROK.
Warga Rw 02 Getasari,Gladagsari, Boyolali Adakan Halal Bihalal dihalaman Masjid Baiturrohman Bersama Kyai Imam Supadi.
Boyolali – Patrolinews86.com.
Tradisi Halal Bihalal bukan sekadar agenda tahunan pasca Idulfitri, melainkan warisan sosial yang mengakar kuat dalam sejarah bangsa. Berawal sekitar dekade 1930-an, praktik ini tumbuh sebagai cara khas masyarakat Nusantara dalam merajut kembali hubungan yang mungkin renggang, mempererat persaudaraan, sekaligus menyucikan hati setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Dalam konteks kebangsaan, Halal Bihalal bahkan pernah menjadi jembatan rekonsiliasi di tengah dinamika sosial-politik, membuktikan bahwa budaya ini bukan hanya ritual, tetapi juga kekuatan pemersatu.
Semangat itulah yang kini terus hidup di tengah masyarakat, termasuk warga RW 02 Getasari, Gladagsari, Boyolali. Dalam suasana yang sarat kebersamaan dan kehangatan, kegiatan Halal Bihalal digelar di halaman Masjid Baiturrohman, minggu( 29/03/2026 ) menjadi ruang terbuka bagi seluruh warga untuk saling menyapa, berjabat tangan, dan membuka lembaran baru dengan hati yang lebih lapang.
Acara ini semakin bermakna dengan kehadiran *Kyai Imam Supadi* dari Kali Gentong Gladagsari, yang memberikan tausiyah penuh hikmah. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa esensi Halal Bihalal bukan sekadar formalitas saling memaafkan, melainkan momentum untuk benar-benar membersihkan diri dari segala prasangka, iri hati, dan kesalahan yang mungkin pernah terjadi. “Memaafkan adalah kekuatan, bukan kelemahan. Dari situlah persaudaraan sejati dibangun,” pesan beliau yang menggugah hati para jamaah.
Antusiasme warga terlihat jelas sejak awal acara, Tua-muda, laki-laki dan perempuan, semuanya larut dalam suasana penuh keakraban. Senyum yang merekah, pelukan hangat, serta jabat tangan yang tulus menjadi pemandangan yang menghidupkan makna sejati dari Halal Bihalal. Tidak ada sekat sosial, tidak ada perbedaan yang dipertajam yang ada hanyalah semangat kebersamaan sebagai satu keluarga besar.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa tradisi bukanlah sesuatu yang usang, melainkan fondasi yang harus terus dirawat. Di tengah arus modernisasi dan kehidupan yang semakin individualistis, Halal Bihalal hadir sebagai fase yang menyejukkan mengajak manusia kembali pada nilai-nilai kemanusiaan yang paling mendasar: saling menghormati, memaafkan, dan menguatkan.
Dengan terselenggaranya Halal Bihalal ini, warga RW 02 Getasari juga tidak ketinggalan diiringi Urgent tunggal *Aska Musik* dari Getasari, menambah meriahnya acara, dan tidak hanya melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menjaga harmoni sosial di lingkungannya.
Sebuah langkah sederhana, namun memiliki dampak besar dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, dan penuh keberkahan.
Pada kesempatan tersebut seorang Tokoh Masyarakat Mbah Juremi sering dipanggil, menyampaikan terima kasih tidak terhingga atas partisipasi dan ikut sertanya dari awal persiapan sampai terlaksananya acara bisa berjalan lancar dan sukses, juga Kedatangannya Warga Rw 02 Getasari terbukti tingkat kehadiran hampir 93% dari jumlah warga Rw 02.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih semoga kebaikan Bapak Ibu adik adik Karang Taruna, mendapatkan Imbalan Kebaikan dan pahala dari Alloh Swt. Ujarnya.
Karena pada akhirnya, Halal Bihalal bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang bagaimana kita melangkah ke depan dengan hati yang lebih bersih, hubungan yang lebih erat, dan semangat kebersamaan yang terus menyala. ( Samira )

















