SOLOR TIMUR–Patroli NEWS86.COM – Dewan Pastoral Paroki Santo Fransiskus Xaverius Menanga Solor Timur Keuskupan Larantuka melangsungkan Sidang Evaluasi Pastoral Tahunan (Evaperca) pada awal bulan Maret tanggal 01/03/2026.
Kegiatan ini bertujuan mengukur keberhasilan dan efektivitas program pelayanan selama tahun 2025 sekaligus merencanakan strategi penggembalaan yang lebih relevan bagi umat di tahun 2026.
Dalam sambutan pembukaan oleh Ketua Dewan Paroki St. Fransiskus Xaverius Menanga bapak Thomas Mersi Rebon S.Pd menyampaikan Rapat Pleno Tahunan ini sebagai evaluasi kegiatan dan program DPP dari tahun 2025 yang lalu dan Rencana Program Kerja Tindak Lanjut Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja di tahun 2026 dengan menyertakan rekomendasi hasil rapat pleno dari stasi-stasi di Paroki St. Fransiskus Xaverius Menanga Keuskupan Larantuka.
Turut hadir bapak Camat Solor Timur Muhammad Natsir Hasan S.Ip yang dalam sambutannya menyampaikan perlu adanya kolaborasi antara Pemerintah, Agama, dan Adat dalam bentuk Inkulturasi budaya, karena pemerintah tidak bisa jalan sendiri tanpa dukungan kedua elemen masyarakat ini demikian pun sebaliknya.
Camat menitipkan Kepala-Kepala Desa Separoki Menanga untuk menjamin Reksa Pastoral dimasing-masing desanya, dan selalu pas dalam menempatkan diri agar persoalan-persoalan dan juga kegiatan-kegiatan keagamaan dijamin keamanannya dan berjalan dengan lancar.
Lebih lanjut Camat Muhammad Natsir menitipkan 12 persoalan faktual yang dihadapi oleh pihak pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Solor Timur yakni: Kemiskinan Ekstrim, Kesenjangan Sosial, Stunting, Menjamurnya Koperasi Harian dan Mingguan, Judi Online, Anak Putus Sekolah, Minuman Keras, Kenakalan Remaja, Penyalahgunaan Dana Desa, dan Masalah Batas Tanah.
Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius Menanga, Romo Nikolaus Lawe Saban Pr. dalam sambutan dan membuka acara Rapat pleno ini dengan mengapresiasi harapan dan kerja sama dari bapak Camat Solor Timur dan pihak pemerintah kecamatan Solor Timur dan Pemerintah Desa Separoki Menanga dalam kolaborasi dan Inkulturasi untuk membangun wilayah ini.
Di atas mimbar podium Rm. Niko membawa serta kertas HVS 2 halaman kosong sebagai lambang cinta umat kepada gereja dan paroki ini dengan mengisi tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin dan umat dalam menjalankan roda pelayanannya dengan semangat moto bapa uskup terpilih “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (satu tubuh, satu roh, satu harapan) selaras dengan moto uskup terdahulu Ut omnes unum sint supaya mereka semua menjadi satu.
Merespon 12 persoalan yang Bapak Camat Solor Timur tekankan, Romo Niko merespon persoalan stunting yang juga sangat relevan dalam gereja karena selain Stunting Fisik, Gereja Katolik juga rentan dengan Stunting Rohani. Dalam nada guyon pastor paroki Menanga ini mengatakan “kalau anak masih stunting maka anak belum bisa ikut Sakramen Permandian” yang disambut gelak tawa peserta pleno lanjut Rm. Niko “Karena harus mensana in copore Sano di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.”
Yan Niron dan Kun Lamen peserta Rapat Pleno dari stasi Amakebo mengharapkan adanya reksa pastoral, khususnya kunjungan kepada lansia dan umat yang sakit agar di maksimalkan.
Setelah sesi Rapat Pleno selesai, maka segala rangkaian acara Rapat Pleno Dewan Paroki Santo Fransiskus Xaverius Menanga Keuskupan Larantuka ditutup dengan berkat dan perutusan.
Semoga kita semakin diteguhkan dalam karya pelayanan kita di paroki yang kita cintai ini dan
Tuhan lewotana kekalindo.
Lip: Emild Manuk
























