Jakarta,patrolinews86.com-
Presiden Prabowo Subianto disebut menginginkan agar ke depan petugas penyelenggara ibadah haji didominasi, bahkan seluruhnya, berasal dari unsur TNI dan Polri.
Keinginan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjelang musim haji 2026.
Menurut Wachid, pelaksanaan ibadah haji membutuhkan petugas dengan kedisiplinan tinggi, kesiapan fisik, serta ketangguhan mental, terutama saat menghadapi fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi juga menjadi alasan utama perlunya personel yang terlatih dan siap bekerja di bawah tekanan.
Karena itu, jumlah personel TNI dan Polri pada musim haji 2026 disebut akan ditingkatkan, khususnya di wilayah Armuzna.
Meski begitu, pemerintah tetap membuka ruang keterlibatan unsur masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah disebut telah menyampaikan pertimbangan agar ormas tetap dilibatkan dalam kepetugasan, dan hal itu diterima.
Kolaborasi lintas unsur ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan dan memastikan jemaah haji mendapat pendampingan optimal di setiap tahapan ibadah.
“SSDM Polri juga sudah berkoordinasi untuk mempersiapkan personel-personel yang terbaik,” kata Truno dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurut Truno, personel yang bertugas akan memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat selama pelaksanaan ibadah haji. “Pada prinsipnya Polri siap memenuhi dan mendukung sesuai kapasitas dan kompetensi,” ujar dia.
Wakil Ketua Komisi Agama DPR RI Abdul Wachid mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar petugas penyelenggara ibadah haji ke depan didominasi bahkan seluruhnya berasal dari unsur TNI dan Polri. Menurut dia, keinginan Prabowo didasarkan pada kebutuhan akan kedisiplinan, ketangguhan fisik, dan kesiapan petugas .
Fi























