Subang, patrolinew86.com – Program pemutihan atau penghapusan denda pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat telah dilaksanakan beberapa kali dan umumnya disambut antusias oleh masyarakat, yang mengindikasikan program ini berjalan efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan pendapatan daerah dalam jangka pendek. Keberhasilan ini berpotensi menjadi motivasi atau contoh bagi Provinsi lain di Indonesia.
Banyaknya Baliho yang bertuliskan Pajak Kendaraan Lunas, Jalan Lebar dan Mulus di beberapa ruas jalan provinsi saat ini yang di liat awak media ini, berbalik 100 persen bagi pengguna jalan di ruas jalan provinsi Subang – Pamanukan. Dimana pantauan di ruas jalan tersebut masih banyak jalan yang berlubang dan sangat parah seperti depan pasar Tambak Dahan.
Menurut Andi Kosim salah satu pemerhati pembangunan di Jawa Barat saat dimintai keterangan seputar terobosan pembangunan yang saat ini di pimpin oleh Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi atau yang sering di sebut Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan, “Saya sebagai masyarakat Jawa Barat berterima kasih kepada KDM yang selalu sidak di semua sektor permasalahan, baik sekolah, masyarakat Jawa Barat, sampai turun langsung ke tempat pembangunan jalan”, ucapnya.
Langkah ini akan membuat epek jera terhadap Penyedia Jasa (PJ) atau Kontraktor yang akan bermain curang, terkait adanya baliho yang beredar dengan tulisan ” Pajak Kendaraan Lunas, Jalan Lebar dan Mulus”, kayanya belum tepat untuk di pasang di setiap jalan. Karena jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih banyak yang memerlukan peningkatan segera agar tidak ada korban bagi pengguna jalan, sambungnya.
“Salah satu contoh ruas jalan provinsi Jabar Subang – Pamanukan ruas jalan ini banyak sekali yang berlubang, apalagi jalan di sekitar pasar Tambak Dahan jalan provinsi Jabar sudah menjadi kubangan kerbau. Dan membahayakan pengguna jalan, dan ironinya Dinas PUPR Jawa Barat yaitu UPTD Pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah Subang seakan membiarkan jalan ini berlubang dan tidak ada tanda-tanda perbaikan” tegas nya.
Sementara itu Soleh salah satu pengguna jalan saat dimintai keterangan seputar kerusakan jalan mengatakan, ” kami pengguna jalan tidak mengetahui adanya bagian atau kewenangan jalan baik jalan nasional, jalan provinsi atau jalan kabupaten. Yang kami harapkan hanyalah perbaikan jalan di lakukan dengan baik dan saat jalan rusak ada perbaikan. Jadi jangan sampai jalan ini seperti kubangan kerbau, kasian ibu” yang bawa motor susah mencari jalan yang bagus, mudah-mudahan tidak ada korban,” ucapnya singkat
Sementara itu saat media ini menyambangi Kantor UPTD Pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah Subang. Menurut salah satu karyawan di UPTD, semua pejabat lagi pada ke Pakuan, ucapannya singkat.

(Nur)
























