Disdikbud Kuningan Mantapkan Pendidikan sebagai Sumbu Utama Pembangunan Daerah

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan menegaskan reposisi pendidikan sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikan Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdikbud Kuningan, Dr. Udin Khaerudin, saat mewakili Kadisdikbud U Kusmana dalam forum Pelatihan Kader Lanjut (PKL) IV PC PMII Kuningan di Kebun Raya Kuningan. Udin menekankan bahwa arah kebijakan ini berlandaskan kerangka hukum nasional, termasuk UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No. 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Dalam sesi bertema Analisis Kebijakan dan Pembangunan Daerah di Bidang Pendidikan, Udin secara lugas menyebut kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai indikator absolut kemajuan, mengungguli faktor kekayaan alam. Ia mencontohkan Singapura sebagai model pembangunan berbasis SDM, sejalan dengan visi “Kuningan Melesat” yang dicanangkan Bupati dan menempatkan pendidikan sebagai prioritas kebijakan.

Disdikbud Kuningan kini mengintegrasikan pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat. Skema ini bukan sekadar jargon kolaborasi, tetapi instrumen eksekusi kebijakan agar lebih adaptif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan daerah. Kebijakan tersebut juga selaras dengan Permendikbud No. 22/2016 tentang Standar Proses dan berbagai regulasi teknis pendidikan lainnya.

Beragam program prioritas tengah dijalankan untuk mempercepat capaian pembangunan sektor pendidikan. Di antaranya Gerbang Sekolahku guna menekan angka putus sekolah, Muatan Lokal Gunung Ciremai yang mengintegrasikan kearifan lokal, English Day setiap Rabu untuk memperkuat kompetensi global, Mini Teater Edukatif berbasis digital, serta gerakan sapa pagi “Pagi Ku Cerahku”. Disdikbud juga memfokuskan rehabilitasi ruang kelas, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan penguatan pendidikan karakter di tengah ekspansi teknologi digital.

Udin juga menggarisbawahi peran mahasiswa sebagai mitra kritis dan penyokong kebijakan, bukan sekadar elemen aspiratif. Ia meminta mahasiswa hadir dalam ruang-ruang diskusi strategis dan berkontribusi dengan gagasan solutif. Kepala Disdikbud melalui pesannya mengapresiasi PMII Kuningan dan menempatkan organisasi mahasiswa sebagai mitra strategis. Dengan arah kebijakan terukur, inovasi berkelanjutan, dan sinergi lintas sektor, Disdikbud Kuningan menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai jalur akademik, tetapi mesin percepatan kemandirian dan daya saing daerah.***

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru