- Memastikan tidak ada lagi sekolah dengan kondisi rusak berat, seperti atap bocor atau plafon yang membahayakan keselamatan.
- Menyediakan fasilitas pendukung yang layak, termasuk toilet yang bersih, aman, dan nyaman bagi anak-anak.
- Menghadirkan fasilitas ruang kelas yang interaktif dan inspiratif untuk mendukung efektivitas mengajar guru.
- Mengoptimalkan proses penyerapan ilmu siswa agar kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan dan mampu mendongkrak prestasi.
- Mewujudkan akses pendidikan bermutu yang merata hingga ke pelosok negeri.
- Mendorong partisipasi gotong royong masyarakat serta menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sistem pelaksanaan yang melibatkan warga sekitar (swakelola).
Dalam masalah pembangunan perbaikan s kolah ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan dikabarkan memperbaiki 2.000 ruang kelas SD dalam kurun waktu lima tahun dan itu menunjukkan tanda-tanda menggembirakan buat kab. Kuningan. Program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat menjadi salah satu tumpuan untuk mengejar target tersebut.
Seperti dikata, Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Surya SPd.MM, kini sebanyak 55 SD telah mendapatkan Program Revitalisasi dengan total anggaran mencapai sekitar Rp.45 miliar ( empat puluh lima miliar lebih)
Tak berhenti di tahun ini, program tersebut diproyeksikan semakin besar. Pada 2027, sebanyak 396 SD di Kabupaten Kuningan disebut berpeluang mendapatkan bantuan revitalisasi serupa.
Apalagi target Bupati Kuningan dalam RPJMD lima tahun, 2.000 ruang kelas sekolah harus diperbaiki. Insya Allah akan tercapai,” kata Surya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026) kepada wartawan.
Dirinya juga menegaskan, pelaksanaan revitalisasi bukan proyek yang bebas diserahkan kepada pihak ketiga. Pekerjaan dilakukan secara swakelola, dengan tenaga ahli diperbolehkan sesuai kebutuhan.Sementara pekerjaan pertukangan dapat melibatkan masyarakat sekitar sekolah agar mereka merasa memiliki dan tepat sasaran skala prioritas. Kebijakan tersebut sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Masyarakat yang memiliki keahlian sebagai tukang bangunan dapat memperoleh pekerjaan, sedangkan pelaku usaha lokal dapat menjadi bagian dari rantai pengadaan material sesuai ketentuan program, tentu pada akhirnya akan berdampak kepada ekonomi dimasyarakat juga dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat lainnya.
Disinggung mengenai masalah penggunaan material tidak disamaratakan. Pemilihan bahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan, perhitungan anggaran, serta kemampuan tenaga kerja serta persoalan rayap yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan material. Jika wilayah sekolah relatif aman dari serangan rayap, material kayu masih dapat digunakan untuk kusen dan bagian tertentu. Namun, untuk wilayah yang rawan rayap, kusen jendela diarahkan menggunakan aluminium.“Kalau rawan rayap, kusen jendela harus menggunakan aluminium dan rangka atas memakai baja ringan yang sudah berstandar SNI,” ucapnya.
Tentang pengawasan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga menyiapkan fasilitator sekolah, perencana, dan pengawas untuk mendampingi proses revitalisasi. Jika hasil pekerjaan dinilai tidak sesuai standar, evaluasi akan dilakukan dan pihak yang bertanggung jawab diminta memberikan pertanggungjawaban.
Surya juga mengatakan, sebanyak 38 sekolah sebelumnya telah mengikuti tahapan kegiatan program revitalisasi. Sementara sembilan SD lainnya dijadwalkan akan mengikuti bimbingan teknis di Jakarta.
Diakhir perbincangannya Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan Surya SPd.MM,semua dapat sejalan dengan harapan kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yaitu ingin agar anak-anak yang belajar di sekolah dasar bisa lebih nyaman, tenang, dan proses kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dalam upaya merealisasikan visi Kuningan Melesat,” pungkasnya.
Lip dhian
























