Ketika seorang wartawan tidak pernah nulis berita

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika seorang wartawan tidak pernah nulis berita

KARTU pers di tangan kerja hanya duduk di kedai kopi mengaku senior dan  pengurus organisasi tetapi  tidak pernah terbaca hasil karya menulis berita.

Padahal kerja paling dasar seorang wartawan, khusus media cetak atau sejenis atau media online adalah menulis. Nyatanya, masih ada oknum-oknum tertentu tidak paham kerja ini, tetap mengaku wartawan. Harusnya mereka sadar diri, supaya mencari kerja lain.

Kenyataan itu karena kasihan dengan wartawan benar-benar bekerja. Turun lapangan, meliput berita lalu meracik hasil liputan menjadi sebuah karya jurnalistik yang  enak di baca para pembaca. Yang terpenting lagi kalau hasil karya jurnalistik itu, dapat membantu menggerak roda pembangunan daerah.

Itulah ucapan pihak redaksi ketika wartawannya menanyakan apakah wartawan itu yang bisa berkarya pada tulisannya atau engga. Ucapan itu terlontar karena dirinya sudah menjadi wartawan baru dan  sering melihat di kedai kopi dinas yang mengaku wartawan tetapi tulisannya tidak pernah ada, baik kritik membangun atau pun mengangkat sebuah kegiatan program pemerintah daerah dalam kemajuan daerahnya.

Karena disadari atau tidak awak media terkadang  bisa membantu menggerak roda pembangunan daerah agar daerah itu bisa maju dan berkembang, karena tanpa disadari, hasil karya jurnalistik dapat mempromosikan suatu daerah, agar dikenal hingga nasional.

Cuma seorang wartawan jurnalis yang Benar – benar suka menulis karyanya , biasanya seorang wartawan itu tidak akan ingin dikenal wajahnya, melainkan akan terus berkarya dalam kewartawanannya dan  dikenal karya jurnalistiknya.

Jadi, kembali ke permasalahan awal pertanyaan  tentang wartawan tidak pernah menghasilkan karya jurnalistik. Bagaimana nasib suatu daerah..? Karena seharusnya informasi daerah di publis, tetapi ketika inpormasi  ditangan wartawan tidak bisa menghasilkan karya ini semua  menjadi sia-sia.

Bukan hanya merugikan masyarakat dan daerah, wartawan profesional tetap kena imbas. Mengingat wartawan profesional tidak akan pernah mencari panggung, selain terus menghasilkan karya jurnalistik. Sebaliknya wartawan tidak pernah berkarya, mereka akan mengejar panggung itu, dengan segala cara, menjual nama wartawan profesional, atau nama masyarakat daerah.

Cara terbaik, agar wartawan tidak pernah berkarya ini, tidak terus berkembang biak..? Wartawan berkarya aktif harus menjauhi mereka. Masyarakat dan daerah pun harus melakukan hal serupa. Sebab wartawan tidak pernah berkarya ini, bagai duri dalam daging.Suatu saat akan menjadi musuh. Mengingat wartawan tidak pernah berkarya, mereka sudah tidak punya malu. Dengan putusnya urat malu, jelas mereka tidak pernah sungkan mengganggu siapa pun. Maka, masyarakat suatu daerah, jangan beri tempat wartawan tidak bisa menghasilkan karya jurnalistik. Percuma, tidak akan menguntungkan.

Kalau begitu berarti kita tidak usah tenar nama tanpa ada karya atau sering nongkrong di warung kopi dinas donk ..ya jangan , mau ngapain nongkrong… yang harus kita lakukan buktikan pada dunia bahwa kita mampu dan bisa.
Kalau begitu  siap86 pak, kita siap berkarya sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai seorang wartawan atau jurnalis, karena seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik secara teratur seperti mencari mengumpulkan mengolah dan menyampaikan informasi atau berita kepada publik melalui media masa kita punya, itulah yang di sebut wartawan.
Mereka bertugas untuk melaporkan peristiwa, melakukan wawancara, menulis berita, dan memastikan informasi yang disajikan akurat dan objektif itulah yang disebut wartawan yang senang dengan tulisannya..” ucap sang  wartawan ketika dia bertanya pada jajaran redaksinya sambil mengangguk angguk tanda  paham kemana arah dan tujuan nya.
***

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru