Maraknya Peredaran Obat Keras Daftar G  Di Kabupaten Dan Kota Cirebon, APH Diminta Tindak Tegas Basmi Sampe Ke Akar-Akarnya

Jumat, 15 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maraknya Peredaran Obat Keras Daftar G  Di Kabupaten Dan Kota Cirebon, APH Diminta Tindak Tegas Basmi Sampe Ke Akar-Akarnya

Kabupaten Dan Kota CIREBON, Patrolinews,86,Com.- Maraknya peredaran obat keras kategori psikotropika golongan G jenis Tramadol dan Excimer yang dijual bebas di toko-toko berkedok warung kelontongan hingga kosmetik. Jum’at (15/3/2024).

Meskipun ancaman hukuman pidana cukup tinggi bagi para penjualnya, Namun hal itu tidak membuat rasa takut mafia obat keras golongan G tersebut untuk melancarkan aksi ilegalnya.

Dari penelusuran awak media toko penjual tramadol dan excimer marak beredar di wilayah hukum Polresta Cirebon dan Cirebon Kota hususnya di setiap Kecamatan.

Di semua toko yang berkedok klontongan dan toko kosmetic terpantau menjual obat keras tersebut (APH) Diminta segera berantas peredaran obat keras tramadol dan excimer,tanpa resep Dokter.

Miris, obat tramadol dan excimer dijual bebas tanpa adanya resep dari dokter padahal peredaran obat-obatan golongan G tanpa izin edar dan resep dokter bisa berakibat fatal bagi pengguna dan telah diatur dalam UU no 36 tentang kesehatan.

Maraknya berbagai modus penjualan obat golongan G ini terkesan instansi Pemerintah terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH) tutup mata dan seakan-akan dibiarkan bebas beredar.

Menurut warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya, kami warga sekitar sangat khawatir pada generasi anak-anak kami kedepannya akibat dari  obat keras tanpa resep dokter.

Jika ini sampai terjadi pembiaran bisa merusak generasi muda penerus bangsa bahkan bisa menimbulkan efek tindakan kriminalisasi serta ketergantungan obat-obatan,” jelasnya.

Masyarakat meminta pihak kepolisian segera bertindak jangan sampai banyak generasi muda yang jadi korban obat-obatan tersebut ,” ungkapnya.

Hingga berita ini tayang dari pihak kepolisian setempat belum memberikan komentar, wartawan sedang berusaha konfirmasi.

(Tim)

Berita Terkait

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?
Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan
BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?
Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD
Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah
APAKAH BISA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) DI SELESAIKAN MELALUI ARBITRASE
Diduga Edarkan 48 Butir Obat Hexymer, Dua Orang Diamankan Satresnarkoba Polres Pekalongan
Asas Final and Binding Hasil Kesepakatan Keadilan Restoratif

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu Lakukan Demo Gelar 25 Tuntutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BISAKAH MENGGUGAT HARTA GONO-GINI SETELAH ADA AKTA NOTARIS..?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Mantan Sekretaris DPRD Indramayu Ditahan Penyidik Kejati Diduga Kasus Tunjangan Perumahan Anggota DPRD

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Monster Pemangsa Makhluk Yang Lemah

Berita Terbaru

Uncategorized

Casino non AAMS in Italia – vantaggi e svantaggi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB

Uncategorized

Fortune Tiger slot de cassino

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB

Uncategorized

Top 10 Casinos en Ligne (2026) – Sites Fiables & Légaux

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:36 WIB