Sisa galian Telkom di kab Kuningan masih terbengkalai.
Kuningan patrolinews86.com – Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kab.Kuningan sikapi adanya Jalan sepanjang trotoar yang tadinya udah bagus dan nyaman untuk dilalui pejalan kaki kini terasa bagaikan kubangan dan bekas galian terbengkalai tanpa perapihan .
Setelah diselidiki ternyata akibat adanya bekas galian kabel Telkomsel yang sampai saat ini masih belum dirapihkan dan bekas kegiatan dilapangan masih terbengkalai tak karuan.
Ketika ngobrol dengan pemenang tender Tatang dan pemborong Dayat pemborong dari kegiatan dimaksud , dirinya mengakui bahwa semua itu sudah selesai dikerjakan dan kita juga kordinasi ke pihak dinas PU Kabupaten Kuningan dan PU Provinsi Wilayah Kuningan sebesar Rp.128 juta untuk Kuningan dan 246 juta untuk provinsi.
Mendengar hal itu tentu menjadi pertanyaan besar untuk apa uang sebesar itu …? apakah untuk jaminan kegiatan atau uang dibawah tangan , pasalnya kegiatan terbengkalai dilapangan tanpa ada perapihan sampai bulan ini Januari (19/1/2024) ternyata masih menyisakan bongkahan yang belum dirapihkan oleh pihak pelaksana kegiatan..atau mungkinkah jaminan itu sebagai pengganti kegiatan perapihan yang belum selesai sebagai pengganti uang kegiatan .? Sementara dinas PU Binamarga bukan salah satu pencari PAD APBD .” Ungkap Jenggo sebagai ketua laskar.
Sebenarnya itu uang apa dan dari mana perhitungannya bisa mencantumkan uang sebesar Rp.128 juta itu dan kenapa sudah ahir tahun pihak dinas sama sekali tidak menegur keras padahal jalan menjadi rusak dan bekas galian masih belum di bereskan baik yang berada di daerah ancaran ataupun cijoho baik masuk ke jalan kabupaten ataupun jalan provinsi .
Mengungkap Pakta dibalik peristiwa kita mencoba kordinasi dengan Asep akung sebagai salah satu Kabid yang membidangi hal itu .tetapi Asep dengan Tegas tidak mengakui adanya uang itu tetapi ketika didesak lebih jauh ahirnya Asep mengakui ada uang itu dan masih utuh itu bukan uang untuk dinas PU tetapi sebagai jaminan kalau ada pekerjaan yang dilaksanakan oleh pemborong belum selesai.
Namun ketika ditanya Mou ya seperti apa dan dari mana bisa mencantumkan nominal seperti itu ,dirinya mengakui lupa dan mengakui bahwa tidak ada MOU atau Agreement yang jelas dan berjanji akan menyambungkan kepada pihak pelaksana kegiatan sambil bergegas pergi dengan alasan mau briefing.
Dalam masalah ini laskar LMPI rencananya akan mengkaji lebih jauh, karena tahapan yang benar dilapangan adalah pengerjaan agregad dari mulai kabel ditimbun pasir 20cm lalu tanah 50cm dan Ahir pake tanah 10cm sementara dilapangan tidak seperti itu sementara anggaran nya mencapai Rp.20 miliar.
Sementara dilapangan kenapa pihak PU diam diam aja sampai sekarang ini apakah karena ada jaminan itu ataukah tutup mata ..entahlah yang jelas dilapangan masih belum ada perbaikan'” Ungkapnya.
Tim patroli
























