Dugaan Pungutan Liar BPNT di Desa Winduhaji Mencuat, Berharap Pihak Terkait Ambil Sikap

Rabu, 15 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Dugaan Pungutan Liar BPNT di Desa Winduhaji Mencuat, Berharap Pihak Terkait Ambil Sikap

Kabupaten Cirebon – Patrolinews86.Com

Masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan BNT mengeluhkan adanya potongan administrasi oleh pihak e-warong. Yang mana potongan ini membuat masyarakat Desa Winduhaji kecamatan Sedong kabupaten cirebon resah dibuatnya.

Potongan sebesar Rp. 20.000, ini menurut warga tidak berdasarkan kesepakatan bersama. “Tau-tau kami menerima uang dari e-warong pak sulaeman Rp. 380.000, uang itupun sudah di staples, setelah dihitung ternyata uang itu isinya cuman Rp. 380.000 yang mana seharunya kami menerima bantuan dari BPNT itu Rp. 400.000 dan katanya uang yang di potong itu buat administrasi,” ungkap warga (14 /11/2023) kemarin.

Pihak warga meminta agar pihak Desa Winduhaji Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon Jawa Barat sebagai pengayom warga untuk mengambil sikap atas kejadian ini.

Menurut warga, bukan hanya pihak Desa yang wajib mengambil sikap tegas, tapi pihak Kecamatan Sedong serta polsek Sedong harus juga mengambil sikap atas pemotongan uang BPNT ini.

Menurut data bahwa KPM penerima bantuan BPNT di Desa Winduhaji kurang lebih sebanyak 356 KPM. Jika memang benar adanya semua KPM di potong administrasi sebesar Rp. 20.000 maka pihak e-warong pak sulaeman mendapat
Keuntungan dengan duduk manis 7 jutaan.

Hasil wawancara dengan pemilik e-warong, Sulaeman pemilik e-warong awalnya mengelak kalau ada pemotongan, namun diakhir perbincangan ia mengaku hal itu dan tidak akan mengulanginya lagi.

“Bukan dipotong pak, itu secara sukarela masyarakat memberikan kepada saya,” kata sulaeman (14/ 11) di kediamannya.

Namun ketika dipertanyakan tentang uang sebesar Rp. 380.000 yang sudah di staples yang diberikan kepada warga, jawaban Sulaeman pemilik e-warong tidak masuk diakal.

“Pihak warga tidak ada receh uang pecahan Rp. 20.000, jadi kami langsung memotongnya. Mengenai di staples supaya uang itu tidak beratakan. Saya menyesal pak tidak akan mengulanginya lagi,” aku Sulaeman. (Hrn/red )

Berita Terkait

Kades Paniis diduga gelapkan uang desa sebesar  Rp.530.112.041,83.diakui dipake pribadi, bayar utang dan sekolah anak
Musdes Pembentukan Team Penjaringan Dan penyaringan Perangkat Desa Jabatan Kepala Dusun 2 Dan 3 di Desa Bendungan Berjalan lancar 
Forum Masyarakat Desa Loning Akan Surati Pemdes, BPD dan BUMDes, Audiensi Dijadwalkan 31 Oktober
Masyarakat Bersatu: Asep Derbi dan Maman Isak Ajak Pemuda Pemudi Desa Buniseuri Bersatu Demi Kemajuan Desa
Warga Loning Geruduk Kantor Desa, BUMDes Rp285 Juta Dipertanyakan
BUMDes Loning Disorot: Rp285 Juta untuk Apa? Warga Desak Transparansi dan Cek Lapangan
SK IZIN MENCALONKAN DIRI BUKAN JAMINAN BEBAS TEMUAN, DANA DESA DAN BUMDES LONING TETAP PERLU DIPERIKSA
Dana Desa Loning Disorot, Tuduhan Hoaks Ditantang dengan Verifikasi Lapangan dan Penelusuran Tipidkor Polres Pemalang

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Kades Paniis diduga gelapkan uang desa sebesar  Rp.530.112.041,83.diakui dipake pribadi, bayar utang dan sekolah anak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Musdes Pembentukan Team Penjaringan Dan penyaringan Perangkat Desa Jabatan Kepala Dusun 2 Dan 3 di Desa Bendungan Berjalan lancar 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WIB

Forum Masyarakat Desa Loning Akan Surati Pemdes, BPD dan BUMDes, Audiensi Dijadwalkan 31 Oktober

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Masyarakat Bersatu: Asep Derbi dan Maman Isak Ajak Pemuda Pemudi Desa Buniseuri Bersatu Demi Kemajuan Desa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Warga Loning Geruduk Kantor Desa, BUMDes Rp285 Juta Dipertanyakan

Berita Terbaru