KERJASAMA PT SHOETOWN LIGUNG
Diharapkan Sebagai Motivasi Karya Nyata Penjahit Handal Kuningan
Kuningan, Patrolinews86.com- program yang di gulirkan CSR melalaui bantuan mesin dari PT SHOETOWN LIGUNG hasil kerjasama KPPBC Cirebon Disnakertrans Kuningan diharapkan bisa menurunkannya angka pengangguran yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan itu sendiri.
Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda pada kesempatan itu menyambut apresiasi atas kerjasama semua pihak, sehingga Kabupaten Kuningan melalui Disnakertrans mendapatkan bantuan mesin jahit dari PT SHOETOWN LIGUNG sebagai langkah awal terjalinnya kerjasama. Sehingga diharapkan mereka mampu membuka jaringan bisnisnya di Kuningan. “Dengan bantuan ini maka perlu disiapkan skill, sehingga nantinya dengan punya kemampuan akan mudah bagi mereka dalam mencari kerja, ” Ujarnya.
Hal inipun sebahai langkah awal lanjutnya. Suatu saat tidak menutup kemungkinan akan ada ketertarikan mereka untuk membangun pabrik di wilayah hukum Kuningan. Maka bentuk kepercayaan ini perlu dijaga.
Sebetulnya untuk lahan pabrik di kita itu sudah ada,tinggal kesiapan infrastrukturnya saja. Saya berharap terbuka seluas-luasnya investasi di Kuningan, namun dengan taat aturan dan tidak melanggar batasan yang telah ditentukan. Sehingga dalam kerjasama tercipta rasa aman dalam bekerja.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kuningan Dr Carlan., S.Pd., MM.Pd pada kesempatan itu kepada awak media menyampaikan, bahwa bantuan ini merupakan awal terjalinnya kerjasama. Semoga dengan bantuan ini akan meningkatkan kepercayaan kepada kuningan. “Harapan kita dengan adanya bantuan mesin ini, mereka bisa dilatih dan di didik di kuningan. Sehingga kedepan bisa menyerap tenaga kerja masyarakat kuningan, ” Paparnya. Sembari memaparkan bahwa bantuan 24 mesin jahit ini baru tahap pertama, tahap berikutnya akan dialokasikan hasil evaluasi dan animo masyarakat Kuningan.

Semoga saja katanya, ini langkah awal untuk kedepan mereka bisa berinvestasi. Tinggal kesiapan pemerintah daerah saja menyiapkan inprastrukturnya. Ada dan tidak ada nanti kedepan sebuah pabrik, kerjasama ini menjadi beban moral bagi kita khususnya Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi. Sebab, mereka akan melihat dan menilai sejauhmana input maupun outputnya. (Yos)














