Kunjungan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Ke Kota Cirebon, Menyampaikan Pesan Kepada Para Elite Politik
KOTA CIREBON, Patrolinews86.com – Dalam menjaga silahturahim dengan daerah, Presiden ke – 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang biasa dipanggil “SBY” memberikan pesan kepada para elite politik di tanah air harus tetap menjaga keutuhan bangsa di tengah persaingan mereka untuk merebut hati rakyat pada Pemilu 2024 ini.
Hal ini diungkapkan Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada seluruh pengurus partai Demokrat dan wartawan saat berada di Cirebon, Senin (02/01/23).
Dalam pemilu 2024 ini, SBY berharap kepada elit politik bahwa ingatlah apapun kompetisinya jangan sampai merusak atau merobek rasa persaudaraan, kebersamaan dan persatuan bangsa diatas segalanya. “ujarnya
“Jangan hanya karena pemilu dan karena politik terjadi perpecahan dikalangan elit politik, para pemimpin dan para tokoh serta seluruh rakyat Indonesia kita harus bersatu dan bisa mencegah adanya perpecahan “kita ini saudara” Kompetisi Yes, Perpecahan No,” ungkapnya.
Selain untuk mensukseskan agenda politik, SBY juga menyebutkan, para elite politik dan pemerintahan jangan sampai mengabaikan perekonomian Indonesia. Karena akan berpengaruh pada keprekonomian masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Pesan – pesan SBY, diantara nya :
“Jangan sampai agenda politik mengganggu ekonomi masyarakat. Sambil menyukseskan agenda demokrasi yakni Pemilu 2024.”
“Jangan dilupakan untuk mengelola perekonomian tanah air, agar saudara-saudara kita khususnya golongan bawah tetap memiliki kehidupan yang layak karena kalau ekonomi terpukul maka rakyat menderita,” sebutnya.
“Perlu diketahui juga, dalam kunjungannya SBY juga dihadiri Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat di kota Cirebon bersama Tim bola voli Lavani itu disambut anggota DPR RI Fraksi Demokrat DR Herman Khaeron dan istrinya, dr Ratnawati yang merupakan bakal calon anggota DPRD Jawa Barat.
Semoga pemilu tahun 2024, kita bisa membuktikan bahwa demokrasi di Republik Indonesia itu tetap ada dan kita buktikan kepada dunia internasional bahwa Indonesia bisa bangkit. Ungkapnya.
( Dedi )














