Iwan febri swandi : Gotong royong membangun Desa Sendiri Itu Kunci Utama di Desa Tanjung kerta Kuningan
kuningan patrolinews86.com – Desa Tanjung kerta Kecamatan Karang Kancana Kabupaten Kuningan jawa barat dimana dipimpin oleh kepala Desa yang bernama Iwan febri swandi ini selalu santun dalam menerapkan konsolidasi dengan masyarakatnya.
Terkait wawancaranya dengan awak media patroli, kerap menjadi sorotan tentang kinerjanya dan reputasinya dimata masyarakat,ormas,atau media beliau selalu santun dalam penerimàannya sehingga jajaran aparatur bawahan pemerintahan desanyapun sangat menghargai atas kesantunannya yang ditonjolkan serta program yata dalam kinerjanya yang selalu bermusyawarah dalam menentukan sebuah keputusan permasalahan baik yang ada dipemerintahan desa ataupun masyarakatnya terkait perihal kepentingan orang banyak,terlebih beliau selalu mengedepankan kebersamaan dan kegotong royongan yang menjadi sekala prioritas alhamdulillahnya hal ini terealisasi dimasyaraktnya kebersamaan dan gotong royong terjalin erat sehingga dalam menyikapi problematika warganya atau dipemerintahan desanya cepat terselesaikan dengan baik, tak heran dengan dikedepankan musyawarah dan mupakat bersama semua komponen pemerintahan desa daru mulai BPD ,LPM para tokoh dan masyarakat serta para perangkat desa akhirnya semua keluhan yang ada dapat terselesaikan dengan baik berkat gotong royong yang dikedepankan.

Memang tidak mudah untuk memindset masyarakat didalam sebuah desa, tentu perlu perjuangan untuk mendorong sebuah masyarakat agar terwujud karakter kebersamaan dan kegotong royongan itu. kadang menguras tenaga pikiran dan materi sebagai salah satu bentuk pengabdian yang tulus untuk masyarakatnya, begitupun jajaran bawahan aparatur pemerintahan desanya diwajibkan agar memberi pelayanan dan fasilitas terhadap kebutuhan warganya dengan baik intruksi inipun tegas sekali dalam penyampaiannya.
Salah satu contoh ketegasannya dalam program pemerintah terkait bansos yang harus dikontribusikan kepada warganyapun diantarannya BLT DD,BPNT dan PKH yang menjadi dilematis dikalangan warganyapun alhamdulilah rampung secara tuntas dan kondusif walaupun ada complent dari sebagian warga yang secara kriteria berhak menerima manfaat tetapi kenyataannya tidak, tentu dijelaskannya bahwa itu bukan kesalahan pemerintah desanya yang menentukan melainkan memang kesalahan sistem dari pusatnya. Padahal telah melalui perifikasi data yang objektif sebelumnya tapi data penerima manfaat tidak berubah., pembangunan prasarana ibadah mesjid yang dilaksanakan saat inipun hasil dari pada swadaya masyarakatnya yang berbondong bondong bersama warganya dibantu Babin kamtibmas membantu dengan antusias sekali,ada yg menyumbang materi,tenaga,dan pikiran sehingga apa yang diharapkan Kepala Desa Tanjung kerta dan masyarakatnya agar cepat terselesaikan dengan baik agar wargapun dapat merasakan ibadah yang nyaman dan damai…(ucup)
























