Kisah Kelam Gang Sempit samping UIN Alauddin Makassar

Jumat, 16 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kisah Kelam Gang Sempit samping UIN Alauddin Makassar

makasar-patrolinews86.com
Tepat di seberang tembok pembatas kampus 2 UIN Alauddin terdapat sebuah gang sepanjang 800 meter dan lebar 1,5 meter.

Gang sempit ini atau biasa disebut lorong tikus merupakan jalan alternatif mahasiswa UIN bagi mereka yang memilih tinggal kost di bagian belakang kampus.

Namun diketahui bahwa lorong tikus ini dulunya menjadi saksi bisu di mana banyak korban tiap tahunnya yang mengalami korban pelecehan seksual atau begal payudara di sana. Kebanyakan korbannya pun lebih dominan mahasiswa UINAM itu sendiri bukan hanya sekali atau dua kali gang tersebut sudah sering menjadi kawasan pelaku untuk melakukan pelecehan.

Diduga ketika si pelaku kerap kali melakukan aksinya itu ketika berpapasan dengan korbannya di lorong tersebut dalam keadaan sepi atau pada malam hari, hal itu dikarenakan gang tersebut gelap gulita lantaran minimnya lampu penerangan pada malam hari.

Tinggi tembok gang ini sekitar 3 meter yang merupakan pemisah antara lingkungan kampus dengan area kost dan memiliki 4 belokan dengan sudut 90 derajat yang membuat aksi kejahatan tak langsung terlihat. Namun beberapa tahun terakhir ini, kasus tersebut sudah tidak pernah terdengar lagi.

IMG 20221216 WA0000

Ananda sebagai salah satu mahasiswa yang merupakan pejalan kaki gang sempit itu mengungkapkan “Walaupun tempatnya memang terlihat menyeramkan, tapi sudah beberapa tahun terakhir, hal buruk yang terjadi di lorong ini sudah jarang bahkan tidak pernah terdengar lagi. Pernah saya mendengar bahwa telah terjadi begal di lorong itu, namun kebenaran tentang hal tersebut belum dapat di pastikan, karena beritanya hanya dari mulut ke mulut tanpa tau sumber yang sebenarnya di mana. Bisa saja mereka bercerita kisah lama saja” ungkapnya pada Rabu, 15 Desember 2022.

“Saya secara pribadi, tidak pernah mengalami hal buruk seperti penjambretan atau bahkan pelecehan. Bahkan selama kurang lebih saya 1 tahun tinggal di belakang kampus, tidak pernah saya mengalami hal buruk semacam itu. Meskipun banyak cerita-cerita dari orang, lorong itu sangat berbahaya bagi pejalan kaki di sore hingga malam hari” Tambahnya

Meskipun kisah tersebut tidak pernah terdengar lagi tetapi alangkah baiknya akan tetap berhati-hati ketika melewati gang tersebut.

mila

Berita Terkait

Surnata Warga Miskin Tertahan 2 Hari 1 Malam di RSUD Indramayu Akibat Terbebani Tagihan Rp.22 Juta
Operasi Sarang Narkoba di Kajen, Polisi Periksa Pengunjung Hiburan 
Safari Subuh Polsek Pekalongan Selatan, Jadi Ruang Silaturahmi dan Komunikasi Kamtibmas.
1 REMAJA DIDUGA GENK MOTOR TEWAS, 3 KRITIS DIMASSA WARGA
Himbauan Perda Mihol 0 Persen, Secara Terbuka Miras Malah Dipajang Jadi Hadiah Lempar Gelang di Pasar Malam Kedokan Bunder Indramayu
Ratusan Pelajar SMAN 1 Tukdana Dibawa Ke Fasilitas Kesehatan Diduga Keracunan Bantuan MBG
Diduga Korsleting Kulkas, Warung Kopi di Lahan Perhutani Mesoyi Talun Ludes Terbakar
Rumah Sakit MM Indramayu Terbakar Diduga Api Berasal Dari Bangunan Gudang Hemodialisa RS MM

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:11 WIB

Surnata Warga Miskin Tertahan 2 Hari 1 Malam di RSUD Indramayu Akibat Terbebani Tagihan Rp.22 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Kajen, Polisi Periksa Pengunjung Hiburan 

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Safari Subuh Polsek Pekalongan Selatan, Jadi Ruang Silaturahmi dan Komunikasi Kamtibmas.

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:04 WIB

1 REMAJA DIDUGA GENK MOTOR TEWAS, 3 KRITIS DIMASSA WARGA

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Himbauan Perda Mihol 0 Persen, Secara Terbuka Miras Malah Dipajang Jadi Hadiah Lempar Gelang di Pasar Malam Kedokan Bunder Indramayu

Berita Terbaru