Kuningan,Patroli news86.Com
UU keterbukaan informasi publik no 14 tahun 2008 menjelaskan bahwa setiap badan publik harus transparansi dalam pengelolaan anggaran.Namun lain hal dengan di Desa Paniis Kec Pasawahan Kab Kuningan sangat tertutup.menurut beberapa informen masyarakat, yang minta di rahasiakan identitasnya menjelaskan ke rekan rekan media,bahwa pengelolaan anggaran desa di duga di monovoli kades,dengan perangkat kurang harmonis.Dan juga banyak anggaran yang kurang transparan dalam pengelolaan anggaran,masyarakat juga resah dengan tindak tanduk perilaku kades Raski di duga arogan,banyak opini yang berkembang di masyarakat yang mempertanyakan dana kompisasi dari PDAM sebesar Rp.200 juta yang tidak jelas penggunaanya,dana dari toko material sebesar 10% program rutilahu,serta penggunaan Dana Desa yang di ragukan masyarakat.”tutur sumber dilapangan.
Lebih lanjut yang lain menambahkan ,bahkan kami selaku masyarakat pengen ikut mengawasi penggunaan anggaran Di Desa,pernah meminta salinan APBDES tidak di kasih sampe sekarang.Di duga banyak masalah dalam pengelolaan anggaran di Desa.”ujar informen”
Kamis,29/9/2022,beberapa media coba kompirmasi ke pemdes Paniis,sekdes Paniis menjelaskan bahwa kami perangkat Desa di larang menjelaskan terkait pengelolaan anggaran kepada para control sosial(press,LSM,ormas)harus pak kades saja yang menjelaskan.”ujarnya”
Awak media coba menghubungi kades Raski via telpon untuk kompirmasi.Kades Raski via telpon menjelaskan,Bahwa semua itu tanggung jawab saya,adapun ada aduan dari masyarakat,saya siap di komportir siapa masyarakatnya yang memberi informasi.Saya tidak takut dengan siapapun,mau di beritakan di media mau di kemanakan masalah kalau sudah A1 silahkan,”tantangnya”
Mendengar penjelasan kades Raski yang bernada tantangan,mendapat tanggapan serius dari kang Dadan selaku anggota LPK.RI dan SBI yang ikut menemani,Dadan angkat bicara,Memang benar pengelolaan anggaran desa Paniis kurang transparan,Karna para control sosial masyarakat meminta transparansi anggaran harus satu pintu ke kades,namun sayang seribu sayang Kades Raski saat di kompirmasi ,malah menantang dan tidak takut kepada siapapun,mendengar etika kades Raski yang di duga arogan.saya selaku anggota LPK.RI DAN SBI,akan berkordinasi dengan Waka ketua LPK RI pusat yang juga ketua SBI,Pak Agung .Untuk melaporkan hasil temuan temuan dan kompirmasi dari masyarakat,untuk bisa di tindak lanjuti ke aparat penegak hukum(APH).Biarkan nanti APH yang menindak lanjuti biar terang benderang permasalahan ini.kades yang di duga arogan memang perlu di uji kebenaran ucapanya,”tandasnya”
Uus(boy).Patroli86














